Kairo (ANTARA) - Liga Arab pada Minggu (7/12) mengutuk pembunuhan warga sipil di Kota Kalogi, Negara Bagian Kordofan Selatan sebagai kejahatan perang, setelah serangan pesawat tak berawak di sana awal minggu ini yang menewaskan 114 orang, termasuk 63 anak-anak.

Dalam sebuah pernyataan, badan pan-Arab yang berbasis di Kairo itu menggambarkan serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan ancaman terhadap persatuan Sudan dan menyerukan penyelidikan serta akuntabilitas independen.

Jumlah korban tewas akibat serangan yang terjadi pada Kamis (4/12) tersebut bertambah menjadi 114 orang, dengan sekitar 71 orang luka-luka, kata Gubernur Kordofan Selatan Mohamed Ibrahim Abdel Karim sebelumnya pada Minggu. Ia memperingatkan jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah.

Pihak berwenang Sudan menuding oposisi Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan Utara (Sudan People's Liberation Movement-North/SPLM-N) berkoordinasi dengan pasukan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Force/RSF) untuk melancarkan serangan tersebut, yang menurut mereka menargetkan area sipil. Namun, baik RSF maupun SPLM-N belum memberikan komentar terkait serangan itu.

Pertempuran antara tentara Sudan dan RSF, yang meletus pada April 2023, telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan orang mengungsi, menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa kekerasan di wilayah Kordofan meningkat belakangan ini, yang memicu gelombang pengungsian besar-besaran dan penderitaan warga sipil.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.