Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mengatakan bahwa kebudayaan mampu menjadi alat pemersatu dan menggerakkan masyarakat dalam menghadapi masa sulit.
"Kebudayaan memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menggerakkan masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit. Dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap '100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert' adalah wujud komitmen bahwa sektor budaya dapat menjadi jembatan solidaritas, empati, dan harapan bagi saudara-saudara kita di Sumatra yang terdampak bencana. Melalui kolaborasi lintas lembaga dan komunitas ini, kita bersama membangun kembali, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial dan kemanusiaan," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Senin.
Kementerian Kebudayaan, kata dia, mendukung gelaran konser amal sebagai upaya membantu korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Baca juga: 100 musisi gelar konser amal bantu korban bencana Sumatra
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat konser amal untuk membantu korban di Sumatera.
"Kepada para patron, kolaborator, dan seluruh seniman yang terlibat, terima kasih telah menunjukkan bahwa budaya bukan hanya karya, tapi, juga kasih sayang yang diwujudkan dalam tindakan," kata Mahendra.
Konser amal tersebut melibatkan dukungan dan kolaborasi lintas lembaga dan organisasi, untuk memaksimalkan penggalangan dana dan memberi ruang bagi lebih banyak musisi untuk berpartisipasi. Konser akan diselenggarakan dua hingga tiga kali sepanjang Desember 2025.
Konser pertama berlangsung pada Minggu, 7 Desember 2025 di Bintaro, Tangerang Selatan dan sukses mengumpulkan donasi senilai Rp15 miliar dan masih akan terus bergulir.
Konser kedua akan diselenggarakan pada Selasa, 16 Desember 2025 di Kemang, Jakarta Selatan. Sementara itu, konser ketiga dijadwalkan pada Senin, 22 Desember 2025 di Thamrin, Jakarta Pusat.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmen untuk memperkuat solidaritas nasional dan memperluas kolaborasi lintas sektor dalam membantu pemulihan pasca bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dukungan itu diharapkan dapat menjadi semangat baru bagi masyarakat yang terdampak untuk pulih dan bangkit kembali.
Baca juga: UM Surabaya gelar konser amal untuk bantu korban bencana Sumatera
Baca juga: BKSDA kerahkan empat gajah bersihkan puing kayu pasca bencana Aceh
Baca juga: Anggota DPD RI sebut 350 rumah dari satu desa di Aceh Utara hilang
Baca juga: Kisah heroik penyintas likuefaksi selamatkan warga dari sapuan galodo
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.