Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kepastian ihwal kelanjutan pembangunan Kilang Tuban akan diputuskan pada pertengahan Desember 2025 antara Pertamina dengan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Rusia, Rosneft.

“Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” ucap Bahlil ketika ditemui di sela-sela acara “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi” yang digelar di Jakarta, Senin.

Saat ini, Pertamina bersama Rosneft sedang berada di tahap Final Investment Decision (FID) Kilang Tuban.

Hasil dari FID tersebut nantinya menentukan apakah proyek Kilang Tuban memungkinkan untuk dilanjutkan atau terdapat rencana lainnya.

“Rosneft lagi lakukan pembahasan dengan Pertamina,” kata Bahlil.

Diwartakan sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa sejauh ini, Pertamina masih bermitra dengan perusahaan energi asal Rusia, Rosneft, untuk mengembangkan Kilang Tuban, meskipun terdapat sanksi dari Amerika Serikat.

Sanksi tersebut diumumkan pada Rabu (22/10) oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Ia mengumumkan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil, menyerukan "gencatan senjata segera," seraya menambahkan bahwa Gedung Putih siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.

Pada Rabu yang sama, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa dia telah membatalkan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Hongaria, dengan alasan "rasanya tidak tepat bagi saya."

AS dan sekutunya telah memberlakukan beberapa putaran sanksi keuangan dan perdagangan terhadap Rusia sejak dimulainya konflik Rusia-Ukraina pada Februari 2022, menargetkan bank-bank, industri pertahanan dan ekspor energi Rusia.

Kirill Dmitriev, utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin untuk investasi dan kerja sama ekonomi, akan bertemu dengan Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff pada Sabtu di Miami, Florida, media AS melaporkan.

Pertemuan ini terjadi beberapa hari setelah Trump membatalkan rencananya untuk bertemu Putin di Budapest, Hongaria, dan Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil, dua produsen minyak terbesar Rusia, dalam upaya untuk mendesak kesepakatan gencatan senjata di Ukraina.

Dmitriev mengatakan di platform X bahwa kunjungannya "telah direncanakan sejak lama berdasarkan undangan dari pihak AS".

Utusan Rusia menyatakan sanksi tersebut, yang pertama selama masa jabatan kedua Trump, tidak akan menjadi masalah besar bagi Rusia, tetapi menyebabkan kenaikan harga bensin di AS. Dia juga menegaskan kembali sikap Putin bahwa Rusia tidak akan pernah menyerah pada tekanan.

Baca juga: Pertamina tegaskan masih bermitra dengan Rosneft untuk Kilang Tuban

Baca juga: ESDM: Proyek kilang dengan Rusia tak terpengaruh sanksi dari AS-Eropa

Baca juga: Indonesia-Rusia menghitung ulang investasi Kilang Tuban

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.