Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa izin untuk mengelola sumur minyak rakyat akan diberikan pada bulan ini, sehingga produksi sumur rakyat bisa berkontribusi kepada produksi minyak nasional.

“UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), koperasi, BUMD (badan usaha milik daerah), sudah bisa mengelola minyak. Bulan ini izin-izinnya kami kasih,” ujar Bahlil dalam acara “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi” yang digelar di Jakarta, Senin.

Bahlil menyampaikan bahwa langkah pemerintah dalam melegalkan sumur minyak rakyat bertujuan untuk memberi ketenangan bagi masyarakat yang selama ini mencari rezeki dengan mengelola sumur rakyat.

Apabila pengelolaan sumur minyak rakyat tidak diberikan izin, tutur Bahlil, masyarakat yang mengelola sumur tersebut dikejar-kejar oleh oknum.

Baca juga: ADPMET apresiasi pemerintah legalkan 45 ribu sumur minyak rakyat

“Kasihan mereka ini dikejar-kejar oleh oknum. Setor sana, setor sini. Kerjanya nggak nyenyak,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta kepada Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman untuk memanfaatkan regulasi tersebut dalam hal meningkatkan kapasitas UMKM di masing-masing daerah.

“Jadi, Pak Maman, mainkan barang itu. Jangan hanya urus kerupuk, urus kios, urus LPG,” ucap dia.

Pemberian izin untuk menjual hasil produksinya kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) merupakan bagian dari mekanisme kerja sama produksi sumur minyak rakyat.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.