ada kenaikan lebih dari 13 persen pada tahun ini, sebelumnya produksi beras sekitar 30 juta ton, tahun ini naik menjadi sekitar 34,5 juta ton
Situbondo (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan pada tahun 2025 pemerintah tidak lagi mengimpor beras dan jagung untuk konsumsi utama masyarakat karena produksi dua komoditas tersebut cukup dan bahkan surplus atau swasembada.
"Untuk produksi beras kita ada kenaikan lebih dari 13 persen pada tahun ini, sebelumnya produksi beras sekitar 30 juta ton, tapi tahun ini naik menjadi sekitar 34,5 juta ton," kata Wamentan usai silaturahmi ke Pengasuh Pondok Pondok Pesantren Wali Songo di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin.
Seiring dengan tercapainya swasembada pangan beras dan jagung pada tahun ini, lanjut Wamentan Sudaryono, Kementerian Pertanian akan melanjutkan swasembada di bidang-bidang lainnya, seperti ayam, telur, susu, daging sapi dan sektor perkebunan.
Ia juga menyebutkan pesantren berkontribusi atas tercapainya swasembada pangan beras maupun jagung pada tahun ini, karena pesantren juga memiliki kegiatan-kegiatan usaha bidang pertanian maupun peternakan.

Menurut Sudaryono, pesantren juga punya pengaruh besar terhadap masyarakat di sekitar pesantren, dan ia mencontohkan Ponpes Wali Songo Situbondo punya pengaruh terhadap masyarakat yang mayoritas di Situbondo adalah petani.
"Pak Bupati Situbondo (Yusuf Rio Wahyu Prayogo) tadi juga menyampaikan bahkan untuk beras dan jagung di Situbondo surplus, dan bahkan jagung dan beras Situbondo dikirim ke kabupaten/kota lain," katanya.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang mendampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan terkait dengan potensi-potensi pertanian dan perkebunan di Situbondo yang bisa dikembangkan dengan dukungan Kementerian Pertanian.
"Insya-Allah tahun depan (2026) Pak Wamentan Sudaryono akan hadir ke Situbondo dan bertemu langsung dengan para petani, salah satunya mengenai pengembangan pertanian maupun perkebunan," kata Bupati Rio.
Baca juga: Wamentan: Sukoharjo layak jadi percontohan pertanian nasional
Baca juga: Wamentan: Penguatan pupuk dan irigasi jadi prioritas pangan nasional
Baca juga: Wamentan: RUU Komoditas Strategis bakal ubah peta ketahanan pangan RI
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.