Jambi (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban kecelakaan mobil Mazda double kabin yang terjun ke jurang di perbatasan Merangin‑Kerinci pada Minggu (7/12) dan dengan penemuan dua korban terakhir operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.
“Korban pertama Yogi (30), ditemukan pada pukul 09.30 WIB di Desa Guguk, Kecamatan Renah Pemberap, Kabupaten Merangin, sekitar 43 kilometer dari lokasi kendaraan masuk jurang,” kata Humas Basarnas Jambi M Luthfi, dalam keterangan resminya diterima Senin.
Berdasarkan laporan dari lapangan bahwa korban Yogi terseret arus Sungai Panetai sebelum ditemukan oleh tim penyelamat dalam keadaan meninggal dunia.
Korban kedua atas nama Alam ditemukan pukul 14.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 42 kilometer dari titik mobil terjun ke jurang. Kedua jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulance Renah Pemberap menuju RSUD Bangko untuk penanganan lebih lanjut.
Penemuan kedua korban pada jarak puluhan kilometer menegaskan kuatnya arus sungai yang membawa tubuh korban jauh dari lokasi kejadian.
“Arus Sungai Panetai sangat deras, sehingga korban dapat terbawa jauh sebelum ditemukan,” katanya.
Operasi pencarian melibatkan tiga metode utama yakni pertama tim menggunakan drone untuk melakukan assessment awal dan pemantauan udara, kedua tim melakukan penyisiran dengan teknik vertical rescue untuk menjangkau tepi sungai yang curam.
Ketiga tim melakukan penyisiran menggunakan rubber boat dan perahu rafting sepanjang aliran Sungai Batang Merangin, memastikan pencarian berjalan efektif.
Seluruh unsur SAR bekerja nonstop dengan mengutamakan ketelitian dan keselamatan. Kami mengapresiasi dedikasi semua pihak yang terlibat, mulai dari Pos SAR Kerinci, Kantor SAR Jambi, TNI, Polsek Batang Merangin, Polsek Sungai Manau, Brimob Merangin, BPBD Kerinci, hingga masyarakat setempat.
“Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR resmi ditutup dan kami melakukan konsolidasi dan penutupan operasi sesuai prosedur serta berterima kasih atas kerja keras semua tim,” kata Luthfi.
Basarnas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki periode potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, dan longsor maka harus lebih berhati-hati saat berkendara di jalur pegunungan dan wilayah rawan longsor. Keselamatan adalah prioritas utama.
Operasi ini didukung oleh berbagai peralatan, antara lain drone, raft, Rescue D‑Max, serta perlengkapan navigasi untuk memetakan aliran sungai yang menjadi jalur pencarian.
Dengan berakhirnya operasi, pihak berwenang berharap kejadian serupa dapat diminimalisir melalui peningkatan infrastruktur jalan, pemasangan rambu peringatan, dan sosialisasi keselamatan berkendara di daerah rawan dan semoga korban yang meninggal mendapat limpahan rahmat, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Baca juga: SAR cari seorang pria lompat dari kapal di perairan Ternate
Baca juga: SAR tembus daerah terisolir dan temukan satu korban longsor di Tapteng
Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.