Baghdad (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein mengatakan kepada Utusan Khusus AS untuk Suriah Tom Barrack, Minggu (7/12), bahwa pemerintah Irak terkejut dengan pernyataan terbaru Barrack mengenai situasi internal Irak.
Dilaporkan Xinhua, Senin, pada wawancara baru-baru ini tentang kebijakan AS di Timur Tengah, Barrack mengatakan desentralisasi tidak pernah benar-benar berhasil di mana pun di kawasan itu. Dia lalu menyebut Irak sebagai contoh.
Barrack juga menegaskan bahwa meskipun perdana menteri Irak telah terpilih, dia "tidak memiliki kekuasaan sama sekali" mengingat perdana menteri "tidak dapat membentuk koalisi parlemen."
Dalam pertemuan mereka, yang diadakan di sela-sela Forum Doha ke-23 di Qatar, Hussein menekankan bahwa pilihan rakyat Irak dihormati, dan bahwa demokrasi dan sistem federal diabadikan dalam Konstitusi serta telah menjadi jalan yang mapan tanpa alternatif, terlepas dari tantangan yang ada, bunyi pernyataan tersebut.
Barrack mengatakan "pemerintah AS menghormati pengalaman Irak," dan bahwa pernyataannya "berkaitan dengan pengalaman Amerika di Irak," jelas pernyataan tersebut.
Kedua pejabat itu juga membahas tentang hubungan bilateral dan sejumlah urusan terkait Suriah, menurut pernyataan tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.