Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan tarif penerbangan rute Kualanamu–Rembele yang dikeluhkan masyarakat merupakan layanan charter, bukan penerbangan reguler.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan Asri Santosa mengatakan untuk penerbangan charter (charter flight), seluruh proses pemesanan, pembayaran, serta pengaturan penerbangan merupakan kesepakatan antara penumpang dengan maskapai atau penyedia pesawat (tidak dijual secara ritel).
"Pihak bandara tidak terlibat dan tidak memiliki kewenangan dalam penjualan tiket maupun proses komersial penerbangan tersebut,” kata Asri dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan hal itu menanggapi informasi atas berita yang beredar di masyarakat terkait tingginya tarif penerbangan pada rute Bandar Udara Kualanamu - Rembele - Kualanamu.
Baca juga: Wings Air buka tiga rute baru dari Bandara Husein Bandung
Ia menuturkan hingga saat ini tidak terdapat penerbangan reguler pada rute Kualanamu - Rembele pergi-pulang (PP). Penerbangan yang beroperasi adalah perintis dilayani maskapai Susi Air dengan frekuensi satu kali penerbangan per minggu di setiap hari Kamis.
Menurutnya, kondisi darurat bencana di wilayah Provinsi Aceh menyebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi udara dikarenakan akses moda transportasi lain terkena bencana.
Oleh karena itu banyak warga dari daerah terdampak yang membutuhkan akses keluar dari wilayah bencana, terutama menuju Bandar Udara Kualanamu. Hal itu mengakibatkan tingginya jumlah masyarakat yang datang ke Bandar Udara Rembele untuk memperoleh layanan penerbangan.
Asri menambahkan dari hasil verifikasi petugas di lapangan, ditemukan adanya inisiatif orang atau perorangan yang mengoordinasikan calon penumpang lain untuk melakukan penerbangan charter pada rute dimaksud.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.