"Kami lebih ke sikap bahwa kami tetap menegaskan di luar pemerintahan,"

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Guntur Romli mengatakan bahwa partainya akan bersikap independen terkait usulan koalisi permanen pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Kami lebih ke sikap bahwa kami tetap menegaskan di luar pemerintahan," katanya menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Selasa.

Sikap independen tersebut, menurut Guntur, sesuai komitmen internal untuk menjadi partai penyeimbang di lingkup pemerintahan dan tidak mempersoalkan rupa bentuk koalisi permanen tersebut.

"Mau bentuk koalisi permanen atau apapun namanya. Itu di luar komentar kami, kami lebih ke sikap sebagai politik penyeimbang," ucapnya.

Guntur juga mengingatkan bahwa usulan tersebut tidak boleh membentuk suatu kekuasaan absolut yang bisa merusak tatanan demokrasi di Indonesia.

"Cuma kami mau mengingatkan, jangan sampai koalisi yang disebut dengan permanen itu malah menjerumuskan kepada kekuasaan yang absolut dan jangan lupa, suatu kekuasaan absolut itu bisa juga merusak," ujarnya.

Sebelumnya, usulan koalisi pemerintahan yang permanen itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia saat Perayaan Puncak HUT ke-61 Golkar bertajuk "Merajut Kebersamaan Membangun Indonesia Maju" di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12).

Bahlil menyatakan bahwa usulan itu untuk menjaga stabilitas pemerintahan, terkhusus untuk menghindari adanya kepentingan pribadi partai di dalam koalisi pemerintah saat ini.

"Jadi, jangan koalisi itu saat senang, partai datang. Saat menderita, partai pergi. Kalau kata Sekjen saya, on-off, on-off. Jadi, kita harus gentle, jangan diartikan politik itu harus nuntut terus, tidak bisa," tutur Bahlil.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.