"Layanan ini sangat membantu warga yang beberapa hari terakhir terisolasi tanpa kehadiran tenaga medis,"
Jakarta (ANTARA) - Personel Kesehatan TNI AD dari Brigif TP 90/Yudha Giri Dhanu dan Yonif TP 854/Dharma Kersaka Kodam Iskandar Muda berjalan kaki menembus lokasi tanah longsor untuk memberikan layanan kesehatan kepada korban bencana di Aceh Tengah, Selasa.
Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, dijelaskan para prajurit itu berjalan menuju Desa Pameu dan Desa Lut Jaya, Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramon saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta mengatakan, prajuritnya berjalan kaki karena jalur tidak bisa dilalui oleh kendaraan.
Dia mengatakan, dengan berjalan kaki, personel akan lebih mudah sampai ke titik-titik yang terisolir dan sulit dijangkau.
"Personel kesehatan menunjukkan dedikasi tinggi selama perjalanan panjang tersebut demi memastikan obat-obatan esensial seperti antibiotik, obat diare, vitamin, obat penyakit kulit, dan obat-obatan umum lainnya dapat segera digunakan untuk membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan pascabencana," kata Donny.
Selain membawa obat-obatan, Donny mengatakan tim kesehatan juga memberikan pelayanan langsung di lokasi seperti pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi medis, hingga edukasi pencegahan penyakit yang rentan muncul pada situasi darurat seperti ISPA, diare, dan infeksi kulit.
"Layanan ini sangat membantu warga yang beberapa hari terakhir terisolasi tanpa kehadiran tenaga medis," kata Donny.
Donny memastikan prajuritnya itu akan terus ditempatkan di lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis.
Dengan adanya upaya ini, Donny berharap korban tanah longsor yang terisolir di Aceh dapat terus bertahan hidup dengan bantuan kesehatan yang pihaknya berikan.
Pewarta: Walda Marison
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.