Selain itu gelombang laut setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan timur Kepulauan Nias dan perairan Kepulauan Batu
Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut setinggi empat meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Sumatera Utara (Sumut) mulai 10 hingga 12 Desember 2025.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Rizki Fadhillah Pratama Putra di Kota Medan, Selasa, mengatakan gelombang setinggi empat meter tersebut berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
"Selain itu gelombang laut setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan timur Kepulauan Nias dan perairan Kepulauan Batu," kata Rizki Fadhillah Pratama.
Baca juga: BMKG: Waspadai cuaca ekstrem di Sumatera Utara pada 8-15 Desember
Ia menyebutkan Bibit Siklon 915 di Samudra Hindia barat daya Lampung memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara, kata dia, umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4-25 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, lanjut dia, umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan angin berkisar 6 -25 knot.
Baca juga: BMKG: Waspada cuaca ekstrem di semua wilayah NTT pada 8-14 Desember
Kondisi tersebut, menurut Rizki, berisiko terhadap keselamatan bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Juga berbahaya bagi kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Selain itu, kata Rizki, waspada bagi kapal feri jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Baca juga: BMKG: Waspada hujan lebat hingga sepekan ke depan di Jawa Barat
Pewarta: Juraidi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.