Jakarta (ANTARA) - Tim nasional esports Indonesia nomor Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) putri Indonesia menjadikan gelar juara pada IESF World Esports Championship (WEC) 2025 sebagai modal penting dalam menghadapi SEA Games 2025.

Salah seorang pemain Vivi "Vivian" Indrawaty mengatakan kemenangan pada ajang dunia tersebut memberikan gambaran jelas mengenai kekuatan dan karakteristik permainan lawan.

"Ya bisa dibilang seperti itu karena kita bisa lihat game play mereka, hero apa yang mereka bagus mainnya, dan hero apa yang mereka keluarkan, jadi dapat kisi-kisi lah," kata Vivian.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa Filipina masih menjadi salah satu tim yang sulit diprediksi karena mereka tidak tampil pada IESF WEC 2025 setelah gagal lolos pada tahap kualifikasi.

Terkait potensi kekuatan tuan rumah Thailand, Vivian mengaku masih belum mendapatkan gambaran terbaru mengingat mereka tidak tampil di IESF WEC 2025. Namun, ia menilai dukungan publik tuan rumah akan membuat Thailand tampil lebih bersemangat.

"Kalau Filipina kita tidak tahu karena kemarin tidak ketemu, dia kan tidak main. Kalau tuan rumah ya pasti mereka mau menang," ujar Vivian.

Vivian juga menyampaikan bahwa seluruh peserta SEA Games akan menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia melihat Kamboja yang menjadi lawan mereka di babak final IESF WEC 2025 menjadi pesaing kuat yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Timnas MLBB putra tempati posisi keempat dunia di IESF WEC 2025

Menurut Vivian, pesan pelatih kepala timnas esports Indonesia Richard Permana semakin menguatkan keyakinan tim setelah meraih gelar dunia IESF WEC 2025.

"Tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan timnas Indonesia," ujarnya menirukan sang pelatih.

Ia menambahkan bahwa disiplin menjadi fokus utama menghadapi SEA Games 2025, termasuk upaya meminimalkan kesalahan dan tidak memberi peluang kepada lawan.

Ia juga untuk bertekad mempertahankan medali emas yang diraih pada SEA Games 2023 Kamboja.

"Namanya SEA Games, pasti mereka mati-matian buat menang. Kita takutnya saat lengah malah dijadikan kesempatan, jadi tetap respect dan main seperti biasa," kata Vivian.

"Kalau dari aku pribadi selalu ingat kalau aku lagi membawa nama negara dan ingin semua orang tahu bahwa tim MLBB Women itu yang bagus di Indonesia, dan tidak diremehkan. Kami ingin mengumandangkan Indonesia Raya di setiap turnamen."

Baca juga: Timnas MLBB putri juara IESF WEC 2025 Kuala Lumpur

Sementara itu, Cindy "Cinny" Laurent Siswanto menuturkan bahwa mentalitas kompetitif menjadi kekuatan tim.

"Dasar tim kita itu tim yang tidak mau kalah. Jadi kita selalu memberikan yang terbaik di semua turnamen," kata Cinny.

Ia menyebut dinamika internal seperti perbedaan pendapat merupakan hal wajar dan dapat diselesaikan bersama.

"Kita atasin bareng-bareng dan terus maju bareng-bareng," ujar Cinny.

Timnas MLBB putri diperkuat oleh Cindy Laurent Siswanto, Michelle Denise Siswanto, Venny Lim, Viorelle Valencia Chen, Vivi Indrawaty, dan Ilyas Rahmanda sebagai pelatih.

Baca juga: Timnas Free Fire fokus adaptasi format permainan di SEA Games 2025

Baca juga: Tim esports Indonesia fokus implementasi strategi jelang IESF WEC 2025

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.