Barcelona (ANTARA) - Teknologi-teknologi baru seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemindaian drone, dan prefabrikasi di luar lokasi (off-site) membantu mempercepat pembangunan dan pelestarian jangka panjang Sagrada Familia, basilika katolik Roma yang dirancang arsitek Antoni Gaudi.

Konstruksi bangunan ikonis itu dimulai pada 1882. Fase saat ini berfokus pada Menara Yesus Kristus (Tower of Jesus Christ), yang dianggap sebagai inti dari desain asli milik arsitek Antoni Gaudi dan diperkirakan akan rampung pada 2026, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kematian sang arsitek.

Xavier Martinez, manajer umum basilika itu, mengatakan kemajuan dalam perangkat digital telah mempercepat laju pekerjaan.

"Seandainya kami tetap menggunakan metode tradisional, mungkin hingga akhir abad ke-21 pun pembangunan Sagrada Familia belum selesai," katanya kepada Xinhua dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

.Foto yang diambil pada 1 Desember 2025 ini menunjukkan Basilika Sagrada Familia yang sedang dibangun di Barcelona, ​​Spanyol. (ANTARA/Xinhua/Cheng Min)

Menurut Martinez, pemindaian drone akan segera digunakan untuk memantau fasad eksterior dan interior guna mendeteksi potensi berbagai risiko. "AI akan menyediakan daftar langkah-langkah restorasi dan konservasi di masa depan. Kami tidak melihat AI sebagai alat untuk menyelesaikan pembangunan gereja, tetapi sebagai alat untuk melestarikannya," tambahnya.

Operasi harian menghadapi banyak tantangan, dengan lebih dari 16.000 pengunjung memasuki basilika setiap harinya. Untuk memastikan keselamatan, sebagian besar konstruksi kini dilakukan di luar lokasi.

"Kami membangun di bengkel kerja eksternal, dengan tenang dan aman, lalu membawa modul prefabrikasi untuk dipasang di dalam Sagrada Familia," jelas Martinez.

Penyelesaian Menara Yesus Kristus, menara tertinggi di basilika tersebut dan dirancang untuk "dimahkotai" dengan salib besar, akan bertepatan dengan peringatan 100 tahun wafatnya Gaudi. Pekerjaan pada Fasad Kemuliaan (Glory Facade) dijadwalkan akan dimulai pada Juni 2026, ungkapnya.

Wisatawan mengunjungi Basilika Sagrada Familia di Barcelona, ​​Spanyol, pada 1 Desember 2025. (ANTARA/Xinhua/Cheng Min)

Martinez menyebutkan bahwa meski diperkirakan akan mendapat perhatian global pada 2026, pihak basilika tidak berencana untuk meningkatkan jumlah pengunjung tahunan melampaui 5 juta yang tercatat saat ini.

"Kami ingin mempertahankan kualitas. Kami memiliki skor kepuasan 9,3, dan kami berencana untuk mempertahankannya. Jika tidak, kami berisiko mengalami titik jenuh," ujarnya.

"Sangat jelas bahwa Gaudi tidak akan menyelesaikan Sagrada Familia sendiri. Bangunan ini akan diselesaikan oleh generasi mendatang. Kami beruntung menjadi generasi yang akan menyelesaikannya," lanjutnya.

Mengingat 2026 juga menandai tahun penyelesaian untuk Sagrada Familia yang diperkirakan sejak awal, serangkaian acara perayaan akan digelar untuk menandai momen tersebut.

"Tidak diragukan lagi, 2026 akan menjadi daya tarik besar, dan sebagai sebuah acara global, orang-orang di seluruh dunia akan menyaksikan peresmiannya," tambahnya.

Foto yang diambil pada 1 Desember 2025 ini menunjukkan tampilan luar Basilika Sagrada Familia di Barcelona, ​​Spanyol. (ANTARA/Xinhua/Meng Dingbo)

Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.