Beirut (ANTARA) - Pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Lebanon selatan pada Senin (8/12) tengah malam waktu setempat, demikian dilaporkan media lokal.

Disampaikan Xinhua, Selasa, serangan Israel di pinggiran Wadi Roumine dan dataran tinggi area Iqlim al-Tuffah di dekat Kota Jbaa itu dilancarkan beberapa hari setelah Lebanon dan Israel, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, mengirimkan perwakilan sipil ke komite yang awalnya dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata mereka pada 2024.

Laporan itu menyebut, tentara Israel mengeklaim bahwa serangan itu menghantam infrastruktur Hizbullah, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah kompleks pelatihan dan kualifikasi yang digunakan oleh pasukan Hizbullah menjadi sasaran karena adanya "perencanaan dan pelaksanaan kegiatan teroris terhadap tentara dan warga sipil Israel".

Pasukan Israel secara rutin menjalankan operasi di wilayah Lebanon, mengeklaim bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menetralisir "ancaman" Hizbullah. Israel mempertahankan kehadirannya di lima titik strategis di sepanjang perbatasan Lebanon.

Pada Rabu (3/12), perwakilan sipil dari Lebanon dan Israel bergabung dalam sebuah sesi komite pemantauan gencatan senjata di Kota Naqoura, Lebanon barat daya, yang menandai pembicaraan langsung pertama antara Lebanon dan Israel dalam lebih dari empat dekade. Mekanisme itu dirancang untuk menangani ketegangan di perbatasan dan menjajaki kondisi untuk deeskalasi.


Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.