Jakarta (ANTARA) - Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Jakarta Selatan (Jaksel) mendorong penguatan pengusaha muda agar berdaya saing global, naik kelas melalui inovasi, kolaborasi, dan akses pasar internasional demi memperluas kontribusi ekonomi nasional berkelanjutan.
"Hari ini kita berkumpul dengan semangat penguatan kapasitas anggota, perluasan jaringan dan peningkatan akses pasar internasional," kata Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Selatan Dzaki Adinda Husna usai Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2025 sebagaimana keterangan di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan forum yang mengusung tema “Local Expertise, Global Capabilities: Bangun Tanah Air untuk Meraih Pasar Internasional,” itu, menjadi langkah strategis organisasi dalam merumuskan peta jalan untuk mencetak pengusaha muda yang tidak hanya berdaya saing global, namun juga memegang teguh semangat nasionalisme.
Dzaki menuturkan dalam kegiatan itu terdapat sesi yang menekankan ambisi bisnis dan pembangunan bangsa, merupakan dua kekuatan yang jika disatukan dapat melesatkan kemajuan Indonesia.
"Integrasi nilai kebangsaan dalam strategi bisnis modern mencakup kreativitas, inovasi, dan keberlanjutan adalah kunci menciptakan industri yang kompetitif di kancah global," ujarnya.
Ia juga menegaskan seluruh program kerja ke depan akan berbasis data (data driven) dengan mengoptimalkan database bisnis anggota.
“Kami fokus menyiapkan kemitraan strategis untuk mendukung program kerja di 12 bidang, dengan empat fokus besar yang kami sebut sebagai pilar utama,” tutur Dzaki.
Adapun empat program unggulan yang dicanangkan meliputi Jakpreneurship yakni membangun ekosistem kolaboratif agar UMKM dapat naik kelas; kedua made in Jaksel yakni gerakan mengangkat dan menguatkan brand serta produk asli Jakarta Selatan.
Ketiga, Miners 101 yakni program pendalaman potensi bisnis dan edukasi di industri pertambangan; equity league yakni pusat fasilitasi dan edukasi untuk kolaborasi bisnis bagi anggota.
Selain itu, tambah Dzaki, HIPMI Jaksel juga memiliki program KolaborAksi (gerakan sosial berbasis kolaborasi) dan E-Book Jakselnetworths, sebuah direktori bisnis digital yang memuat portofolio usaha anggota secara lengkap.
"Kami ingin memastikan HIPMI Jakarta Selatan menjadi organisasi yang berbasiskan data untuk penyusunan kebijakan dan kegiatan dalam memberikan manfaat bagi anggotanya,” tutur Dzaki.
Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap ekosistem usaha, HIPMI Jakarta Selatan mengukuhkan kerja sama dengan mitra strategis, antara lain Balai Diklat Industri, Belt and Road Chinese Center (BRCC), dan Aissential. Sinergi itu ditargetkan membuka akses industrialisasi, digitalisasi, hingga kolaborasi sosial.
Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan diskusi yang menyoroti isu-isu krusial seperti proyeksi ekonomi Indonesia tiga tahun ke depan, peran Artificial Intelligence (AI) dalam bisnis, strategi penguatan brand, serta praktik filantropi modern sebagai bagian dari bisnis berkelanjutan.
"Melalui Rakercab 2025 ini, HIPMI Jakarta Selatan semakin memantapkan posisinya sebagai inkubator pengusaha muda yang progresif, berkarakter, dan siap membawa produk lokal menembus pasar internasional," imbuh Dzaki.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jaya M. Riandy Haroen mendorong HIPMI Jaksel bertransformasi menjadi organisasi modern yang adaptif terhadap teknologi tanpa meninggalkan nilai luhur organisasi.
Ia juga menekankan pentingnya perluasan dampak hingga ke akar rumput, serta memperluas jangkauan program hingga ke tingkat balai warga di seluruh kecamatan Jakarta Selatan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap masyarakat.
Baca juga: HIPMI Jaksel dukung perluasan lapangan kerja bagi disabilitas
Baca juga: Ini harapan HIPMI Jaksel pada UMKM saat kampanye "Digipreneur"
Baca juga: Salurkan bantuan bencana, Kadin-HIPMI siap bantu pulihkan ekonomi Aceh
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.