Jakarta (ANTARA) -
Kepolisian Resor Kepulauan Seribu mengajak para pelajar dan guru di daerah tersebut untuk berperan dalam pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah karena hal itu dapat berdampak langsung bagi masa depan siswa.
“'Bullying' itu bukan sekadar bercanda, bisa melukai hati, menimbulkan trauma dan merusak masa depan anak,” kata Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra saat Program Police Goes to School di SMPN 133 Jakarta di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa.
Ia mengatakan, saat ini fokus utama yang dilakukan di sekolah adalah mencegah aksi perundungan.
Ia menyoroti maraknya kasus perundungan karena kerap dianggap sepele, padahal bisa berdampak besar bagi korban.
Menurutnya, perundungan kini tak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga muncul dalam bentuk verbal hingga perundungan siber melalui media sosial.
“Siapa pun yang jadi korban atau melihat kejadian itu harus berani melapor,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi zona aman dan nyaman bagi pelajar dan dirinya meminta guru, orang tua dan teman sebaya untuk tidak mengabaikan perilaku kekerasan, sekecil apa pun.
Menurut dia, diam terhadap perundungan berarti membiarkan teman atau diri sendiri terus terluka.
"Jangan takut, jangan ragu, laporkan kepada sekolah, guru atau Bhabinkamtibmas di wilayah kalian,” katanya
AKBP Argadija juga mengingatkan pelajar untuk menjauhi narkoba, tawuran dan judi daring yang kini banyak menyasar anak usia sekolah.
“Sekecil apa pun ajakan negatif, jangan coba-coba. Pilihan kalian hari ini, menentukan masa depan kalian, “ katanya.
Baca juga: "Bullying" di sekolah, sejumlah orang tua siswa lapor polisi
Baca juga: Dugaan perundungan di sekolah di Jakut masih diselidiki polisi
Baca juga: Cegah perundungan, Sudin PPAPP Jaksel libatkan Forum Anak dan Genre
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.