Jakarta (ANTARA) - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Adriansyah mengalami luka robek pada tangan kirinya akibat tertimpa pecahan kaca saat mengevakuasi korban kebakaran ruko di Jakarta Pusat (Jakpus).

"Beliau terluka saat melindungi anggota dan warga yang berada di area evakuasi. Tindakan spontan itu justru membuat pecahan kaca jatuh mengenai tangan kirinya," kata Susatyo di Jakarta, Rabu.

Dia menuturkan insiden yang menimpa Kapolsek Kemayoran itu terjadi ketika petugas pemadam kebakaran sedang memecahkan kaca besar untuk mempercepat pembuangan asap.

Kaca yang dipecah itu, kata dia, kemudian jatuh ke bawah dan mengenai Kompol Agung yang tengah membantu proses evakuasi anggota dan pekerja di dalam bangunan ruko tersebut.

Susatyo mengungkapkan Kapolsek Kemayoran itu kini menjalani operasi di RS Islam Cempaka Putih dan dalam penanganan intensif tim medis.

Dia mengungkapkan insiden tersebut menunjukkan risiko keselamatan dalam tugas tidak hanya dihadapi oleh petugas pemadam kebakaran, tetapi juga jajaran kepolisian.

"Dalam situasi genting seperti ini, kami memastikan seluruh personel bekerja secara humanis, profesional, dan mengutamakan penyelamatan jiwa. Saya apresiasi keberanian Kapolsek dan seluruh anggota di lapangan," ucap Susatyo.

Seperti diketahui, kebakaran Ruko Terra Drone yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12) siang menewaskan 22 orang.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, seluruh jasad ditemukan dalam keadaan utuh tanpa adanya luka bakar yang serius sehingga dapat dikenali.

Baca juga: Tim psikologi dampingi keluarga korban kebakaran ruko di Jakpus

Baca juga: Delapan orang saksi diperiksa terkait kebakaran ruko di Jakpus

Baca juga: Kebakaran ruko di Jakpus, korban tewas diduga akibat karbondioksida

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.