Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersyukur Kontingen Indonesia mulai memanen medali emas pada hari kedua berjuang dalam ajang SEA Games Thailand 2025.

"Alhamdulillah, Indonesia berhasil meraih emas pertama pada SEA Games 2025 dari cabor taekwondo," tulis Erick Thohir dalam laman media sosialnya yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Erick menyebutkan atlet taekwondo Muhammad Rizal, Muhammad Hafizh Fachrul Rhazy, dan Muhammad Alfi Kusuma berhasil meraih medal emas dari nomor men's recognized poomsae team.

Menpora pun menyampaikan selamat kepada para atlet yang meraih medali emas untuk Merah Putih dalam pesta multi cabang olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu.

Baca juga: Taekwondo sumbang emas untuk Indonesia pada SEA Games 2025

Berdasarkan data resmi penyelenggara SEA Games Thailand 2025, emas dari dayung nomor kayak 500 meter berempat campuran lebih dulu tercatat sebagai medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia.

Namun, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terlebih dulu mendapatkan kabar mengenai raihan medali emas taekwondo nomor poomsae beregu putra

Baca juga: Kayak sumbang emas pertama Indonesia di SEA Games Thailand

Medali emas dari cabang dayung itu persembahkan Indra Hidayat, Ramla Baharuddin, Subhi, dan Stevani Maysche Ibo setelah melakukan comeback di akhir-akhir lintasan untuk membalap tim Singapura yang lebih dulu memimpin di pertengahan lintasan.

Indra Hidayat dan kawan-kawan membukukan catatan waktu akhir 1 menit 37,916 detik, unggul tipis dari Singapura yang mencatat 1 menit 38,161 detik.

Selain emas taekwondo dan dayung, cabang petanque juga menyumbang emas melalui atlet Andri Irawan dari nomor tunggal putra, setelah mengalahkan wakil Laos Southammavong Bountamy di babak final dengan skor 13.-7.

Dengan hasil tersebut, Indonesia untuk sementara mengumpulkan tiga medali emas di hari kedua SEA Games Thailand 2025 yang berlangsung selama 9 - 20 Desember.

Baca juga: Rider downhill Rendy Varera buka keran medali Indonesia

Baca juga: Rider downhill Riska Amelia sumbang perak kedua untuk Indonesia

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.