New York City (ANTARA) - Seorang utusan China pada Selasa (9/12) menyerukan upaya kolektif untuk membangun arsitektur keamanan Eropa yang seimbang, efektif, dan berkelanjutan dalam konteks krisis Ukraina.
Sun Lei, Deputi Perwakilan Tetap China di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyampaikan seruan tersebut dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Ukraina.
Masalah Ukraina kini telah memasuki tahap kritis. Pembahasan di tingkat internasional semakin mengarah pada negosiasi dan mendekati perdamaian. China menyambut baik kemajuan ini, mendukung segala upaya untuk mewujudkan perdamaian, serta berharap komunitas internasional bekerja sama guna mencapai penyelesaian politik secepatnya untuk krisis ini, katanya.
Sun menyerukan kepada pihak-pihak terkait agar memanfaatkan momentum positif dan berupaya mencapai perjanjian damai yang adil, bertahan lama, dan mengikat secepat mungkin.
"Meskipun pihak-pihak terkait telah menandatangani Perjanjian Minsk, krisis Ukraina tetap meletus, dengan alasan utamanya adalah kegagalan dalam menangani kekhawatiran keamanan masing-masing dan mengatasi akar penyebab konflik," kata Sun. "Setiap perjanjian damai baru harus mengambil pelajaran dari hal ini."
China mendesak semua pihak untuk menangani akar penyebab konflik secara tepat, membangun arsitektur keamanan Eropa yang seimbang, efektif, dan berkelanjutan, serta mempertimbangkan prinsip keamanan yang tidak terpisahkan, katanya.
Sun juga menyerukan perlindungan terhadap warga sipil. Dia mengatakan China akan terus memainkan peran konstruktif dalam mendorong penyelesaian politik atas krisis ini.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.