Bandarlampung (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung menyatakan bahwa pasokan beras melalui penyediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 162 ribu ton dapat mencukupi konsumsi masyarakat di akhir tahun.
"Perum Bulog Kanwil Lampung dan pemerintah memastikan bahwa stok beras dalam kondisi aman dan sangat mencukupi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan hingga akhir November 2025, total stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog Kanwil Lampung mencapai 162 ribu ton.
"Perum Bulog Lampung secara konsisten menyatakan bahwa pasokan beras ini aman, bahkan dapat mencukupi konsumsi masyarakat hingga awal tahun 2026," katanya.
Dia menjelaskan dengan adanya ketersediaan pasokan beras yang cukup dan aman bagi konsumsi masyarakat, maka tidak perlu dilakukan impor beras.
"Karena stok dalam negeri yang memadai. Maka ini menjadi jaminan konsumsi masyarakat di akhir tahun yaitu untuk perayaan Natal dan Tahun Baru dapat dipenuhi dengan baik," ucap dia.
Ia melanjutkan selain menjamin ketersediaan stok, pihaknya juga melakukan langkah-langkah lain untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.
"Kami juga melakukan beragam upaya untuk menjaga stabilitas harga serta pasokan pangan yakni dengan melakukan operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk menyalurkan beras dengan harga terjangkau ke masyarakat," ujar dia.
Kemudian menyalurkan bantuan pangan beras kepada penerima bantuan pangan (PBP) ke seluruh daerah di Provinsi Lampung.
"Lalu mengoptimalkan penyerapan gabah dari petani lokal untuk memperkuat cadangan dalam negeri dan cadangan pangan daerah," tambahnya.
Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
"Kami berharap masyarakat bisa membeli bahan pangan sesuai kebutuhan, jangan panic buying karena ketersediaan bahan pangan pokok, khususnya beras, telah terjamin," kata dia.
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.