Jakarta (ANTARA) - Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang kembali dibuka setelah proses pembersihan intensif sejak banjir mulai surut akhir pekan lalu dan menjadi satu-satunya layanan gawat darurat fungsional di daerah itu setelah bencana.

Ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dr. Andika Putra memastikan layanan darurat dapat dimanfaatkan masyarakat mulai hari Selasa (9/12). Pelayanan bersifat terbatas, katanya, namun ketersediaan 20 tempat tidur memungkinkan penanganan kasus-kasus mendesak.

"RS Kemenkes Adam Malik Medan turut meminjamkan peralatan penting seperti X-ray mobile dan perangkat laboratorium guna mendukung operasional awal," katanya.

Pihaknya sudah menyiapkan kembali dengan fasilitas yang memungkinkan untuk pelayanan awal. dr. Andika mengatakan kasus yang diterima didominasi cedera ringan hingga sedang.

Sejumlah warga Aceh Tamiang terpantau mulai mendatangi UGD RSUD Muda Sedia dengan keluhan luka-luka akibat benda tajam yang terbawa arus banjir. Pecahan seng, paku, dan material rumah tangga menjadi penyebab utama luka.

“Warga biasanya terluka karena kondisi lingkungan yang penuh lumpur,” dia menjelaskan.

Meski fasilitas belum pulih sepenuhnya, tim medis tetap memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: BNPB tegaskan tak ada penimbunan bantuan logistik bencana di Aceh

Layanan darurat masih menggunakan sejumlah peralatan pinjaman sambil menunggu perbaikan alat kesehatan yang rusak. Ia mengimbau masyarakat berhati-hati saat membersihkan rumah dan lingkungan untuk mencegah cedera tambahan pascabanjir.

Adapun tim gabungan dari TNI, Marinir, dan Brimob ikut membantu membersihkan lumpur dari area pelayanan.

“Kita dibantu penuh agar UGD segera aktif,” ujar dr. Andika.

Rumah sakit juga bersiap membuka layanan hemodialisis dan instalasi farmasi secara bertahap setelah unit tersebut selesai dibersihkan.

Pihaknya juga mulai menata kembali unit farmasi dan layanan cuci darah yang menjadi kebutuhan mendesak pasien kronis. Lumpur di kedua ruangan telah dibersihkan untuk mempercepat pemulihan.

Adapun unit farmasi kini memasuki tahap akhir pembersihan sehingga distribusi obat dapat dilakukan lebih sistematis. Rumah sakit juga menyiapkan pembukaan kembali ruang operasi setelah mendapatkan dukungan peralatan dari RS Kemenkes Adam Malik.

Unit anestesi turut dipersiapkan agar tindakan bedah dapat dilaksanakan kembali. Dia menyebutkan, pemulihan pelayanan penunjang menjadi bagian dari langkah percepatan agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara berjenjang..

dr. Andika menyiapkan rencana bertahap untuk menghidupkan kembali seluruh layanan pascabanjir.

Baca juga: Pemerintah bakal rehabilitasi UMKM dan koperasi pascatanggap darurat

Baca juga: Polda Sumut sediakan perahu karet evakuasi warga di Tapanuli Selatan

Baca juga: Kemenhut kembali salurkan bantuan ke masyarakat di Nanggalo, Padang

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.