Beijing (ANTARA) - China menjadi negara pertama yang mengumpulkan lebih dari lima juta paten penemuan domestik yang sah, di mana paten-paten tersebut mengedepankan kualitas dibandingkan kuantitas, seperti dilaporkan Xinhua, Rabu.

Administrasi Hak Kekayaan Intelektual Nasional China (China National Intellectual Property Administration/CNIPA) menyatakan, Selasa (9/12), permohonan paten internasional paten-paten dari negaranya yang diajukan melalui Perjanjian Kerja Sama Paten memimpin secara global selama enam tahun berturut-turut.

Menurut CNIP, pada Juni 2025, jumlah paten penemuan bernilai tinggi per 10.000 penduduk di China telah mencapai 15,3, melampaui target 12 yang ditetapkan dalam Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025) dan lebih awal dari jadwal.

Tingkat transfer teknologi di antara universitas dan lembaga penelitian meningkat dengan stabil. Secara khusus, tingkat industrialisasi paten penemuan perusahaan meningkat dari 44,9 persen pada 2020 menjadi 53,3 persen pada 2024.

Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14, lanskap kekayaan intelektual China mengalami pergeseran strategis dari penekanan pada akumulasi kuantitas menuju peningkatan kualitas, menurut CNIPA.

Perubahan ini mempercepat komersialisasi paten bernilai tinggi, mencerminkan pengembangan yang didorong inovasi negara dan meletakkan landasan yang kokoh untuk mencapai kemandirian dan kekuatan yang lebih besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).


Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.