Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) merupakan katalisator untuk mengakselerasi transisi sektor perindustrian ke arah yang lebih ramah lingkungan atau industri hijau.

‎Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis menyampaikan strategi ini dirancang untuk memastikan industri Indonesia semakin kompetitif, mandiri, dan berdaulat.

Kemudian, lanjutnya, selaras dengan visi Astacita Presiden Prabowo, terutama pada agenda swasembada energi berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan industri.

‎KMenurut dia, pembangunan industri harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi motor penggerak terciptanya lapangan kerja berkualitas.

Baca juga: Kemenperin dorong Industri Hijau menjadi syarat daya saing ekspor

‎"Keberlanjutan merupakan unsur penting bagi masa depan industri Indonesia, karena di tengah dinamika global yang semakin kompleks, pelaku industri dituntut untuk adaptif sekaligus tetap berorientasi pada penguatan struktur industri dalam negeri, kata dia.

‎Menperin menyampaikan, sekitar 80 persen produksi industri nasional diserap oleh pasar domestik. Karena itu, perlindungan dan penguatan pasar dalam negeri menjadi prioritas utama dalam implementasi SBIN.

‎"Pemerintah akan memperkuat kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar belanja pemerintah benar-benar memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas industri nasional," ucapnya lagi.

‎Guna meningkatkan kontribusi nyata terhadap penguatan industri hijau dan penggunaan produk dalam negeri, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) menyelenggarakan Business Gathering.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.