Gunakan teknologi untuk menciptakan dampak sosial yang lebih besar. Jadikan karya hari ini sebagai awal dari inovasi yang berkelanjutan...

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK) Kemendikdasmen bersama Markoding (Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa) memperkuat peran perempuan dalam ekosistem teknologi melalui penyelenggaraan Demo Day Perempuan Inovasi 2025.

Program tersebut berhasil melahirkan 40 inovasi digital karya perempuan Indonesia, termasuk talenta dari pendidikan vokasi, yang siap memberi kontribusi nyata bagi masa depan teknologi yang inklusif dan inovatif.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen Muhammad Hasbi di Jakarta pada Kamis menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang menampilkan karya inovasinya pada Demo Day.

“Untuk para inovator terpilih, selamat atas pencapaian anda. Gunakan teknologi untuk menciptakan dampak sosial yang lebih besar. Jadikan karya hari ini sebagai awal dari inovasi yang berkelanjutan, sekaligus menjadi role model yang menginspirasi perempuan lain untuk berani memimpin di dunia teknologi,” ujarnya.

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat ekosistem pembelajaran dukung perempuan di STEM

Menurut Hasbi, perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi yang adil dan responsif. Oleh karena itu perempuan tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga harus terlibat sebagai kreator, inovator, dan pemimpin teknologi.

Untuk itu Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK mendukung penuh Program Perempuan Inovasi 2025, yang merupakan program kolaborasi Markoding, Yayasan Dian Sastrowardoyo, dan Magnifique Indonesia.

Hasbi menerangkan selama ini Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK telah mengintegrasikan literasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kurikulum, termasuk penerapan project-based learning untuk membiasakan peserta didik menyelesaikan masalah nyata.

“Pendidikan vokasi hadir sebagai jembatan agar perempuan dapat mengakses keterampilan digital yang aplikatif dan siap industri,” imbuh Hasbi.

Baca juga: Kemendikdasmen: Isu gender masih jadi tantangan pada pekerjaan STEM

Pada kesempatan yang sama CEO dan Co-Founder Markoding Amanda Simandjuntak mengatakan sejak 2022 lalu program tersebut terus berupaya meningkatkan peran perempuan di bidang teknologi.

Tahun ini pihaknya mencatat lebih dari 13.800 perempuan telah mendapatkan akses pelatihan basic web development dan UI/UX design.

“40 perempuan juga telah mendapatkan beasiswa bootcamp siap kerja, di mana 13 persen di antaranya merupakan siswa SMK/SMA,” ujar Amanda.

Tahun depan Program Perempuan Inovasi menargetkan 20.000 perempuan untuk mendapatkan akses pelatihan keterampilan digital dan 100 perempuan mendapatkan beasiswa job-ready bootcamp.

Baca juga: Konjen Australia latih perempuan muda identifikasi kekerasan digital

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.