Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU‑CEPA) harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan ekspor produk perikanan dan kelautan Indonesia ke Eropa.

"Kita ada peluang untuk IEU-CEPA ke depan, berkaitan dengan tarif nol persen. Ini akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ujar Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Untuk kontrak dagang produk turunan rumput laut seperti agar-agar dan kerajinan ke Eropa, katanya, KKP berhasil mencapai kontrak dagang 13,65 juta dolar AS dari target 8 juta dolar AS.

Kemudian untuk ekspor komoditas perikanan lainnya, seperti udang dan tuna ke Eropa posisinya mengalami peningkatan sebelum adanya IEU-CEPA. Hal ini menunjukkan Eropa sangat tertarik dan meminati produk perikanan dan kelautan dari Indonesia.

Baca juga: Kemendag: Produk tetes tebu Mojokerto tembus pasar Australia

Dengan adanya IEU-CEPA ini, Machmud berharap ekspor produk perikanan ke Eropa akan semakin meningkat dikarenakan adanya tarif nol persen.

"Itu nanti bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk yang Eropa," kata Machmud.

KKP juga akan menggencarkan strategi promosi untuk meningkatkan ekspor perikanan ke Eropa, dengan mengundang para buyer potensial dari Eropa untuk berkunjung langsung ke unit-unit pengolahan ikan di Indonesia

"Insya Allah rencananya pada tahun 2026, sekitar bulan Mei atau bulan Juni setelah adanya expo di Barcelona (Spanyol) sekitar April 2026. Kita akan mengundang mereka datang ke Indonesia untuk mempromosikan," kata Machmud.

Baca juga: KKP: Dua kontainer ekspor udang bersertifikat bebas Cs-137 lolos di AS

Sebagai informasi, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan ratifikasi perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat selesai pada tahun 2026.

Dia menambahkan, saat ini IEU-CEPA dalam proses penyusunan dokumen hukum (legal drafting) dan sedang diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.