Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur untuk segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dalam kunjungannya ke Pasuruan, Kamis, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah 2 BGN Albertus Dony Dewantoro menjelaskan sertifikat tersebut dapat diurus ke Dinas Kesehatan setempat demi menjamin keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jangan diam menunggu kapan sertifikat tersebut terbit, tapi koordinasikan dengan Koordinator Cabang (Korcab) dan Koordinator Wilayah (Korwil) serta dengan Dinas Kesehatan setempat," kata Albertus di Pasuruan, Kamis.

Ia menyebutkan hingga kini dari 42 SPPG di Kabupaten Pasuruan hanya 11 SPPG yang telah memiliki SLHS, sedangkan sisanya sudah mendaftarkan pengajuan SLHS namun masih menunggu verifikasi dan penerbitan.

Baca juga: BGN pastikan penanganan penuh korban mobil tabrak siswa SD Cilincing

Oleh sebab itu, Albertus meminta seluruh SPPG untuk segera menyelesaikan kewajiban tersebut.

Ia juga menekankan agar setiap SPPG melaksanakan dan menyosialisasi penerapan tugas dan standar operasional prosedur (SOP) kepada seluruh pekerja agar mampu dipahami dengan baik.

"Tolong dibuatkan tugas dan SOP agar mereka bisa baca. Jangan kertas kecil, tapi kertas ukuran satu meter kali 80 cm, tertera apa saja kewajiban dan larangan pegawai SPPG," kata Albertus.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan sebagian SPPG di Kabupaten Pasuruan telah memiliki sertifikat SLHS sementara sisanya masih berproses di Dinas Kesehatan.

Baca juga: SPPG Sukamantri jadi contoh, buat inovasi oven pengering ompreng MBG

Hal tersebut lantaran seluruh pihak berwenang harus memastikan standar kesehatan dan kebersihan dapur SPPG sampai proses dan penyajian maupun makanan yang akan diberikan ke siswa memenuhi standar.

Rusdi mengatakan seluruh bahan pokok untuk diolah di SPPG berasal dari pemasok lokal di Kabupaten Pasuruan untuk memastikan stok bahan pokok aman demi kelancaran program.

"Mulai dari sayur, telur ayam, daging ayam, semuanya aman dan tercukupi," katanya.

Ia berpesan agar seluruh SPPG tak malu untuk bertanya sekaligus berkoordinasi dengan banyak pihak termasuk belajar kepada SPPG lain yang dirasa lebih baik.

Menurut dia, semua itu demi memastikan pelaksanaan program MBG di Pasuruan berjalan dengan baik.

Baca juga: SPPG Polres Tulungagung II mulai beroperasi sediakan seribu porsi MBG

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah/Fahmi Alfian
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.