Tim BBKSDA Riau bersama mitra mencari posisi keberadaan gajah, tidak lama kemudian ditemukan seekor anak gajah liar terpisah dari rombongan dan kondisi kaki sebelah kanan luka
Pekanbaru, (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) mengobati seekor anak gajah liar yang dilaporkan terluka pada kaki kanan akibat terkena jerat babi berupa tali nilon pada area konsesi salah satu perusahaan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Provinsi Riau.
Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan pihaknya menurunkan Tim Rescue Wildlife Unit (WRU) yang terdiri dari dokter hewan dan mahout untuk melakukan pengecekan guna pengobatan. Pihaknya menerima laporan dari masyarakat tersebut pada Senin (8/12),
"Tim BBKSDA Riau bersama mitra mencari posisi keberadaan gajah, tidak lama kemudian ditemukan seekor anak gajah liar terpisah dari rombongan dan kondisi kaki sebelah kanan luka," katanya di Pekanbaru, Kamis.
Baca juga: Seekor anak gajah berkelamin betina mati di Bengkalis Riau
Dia mengatakan anak gajah tersebut berjenis kelamin betina diperkirakan umur dua tahun dengan berat badan 400 kilogram dan tinggi badan 178 centimeter. Setelah dilakukan pembiusan, tim melakukan pemeriksaan dan ditemukan jerat tali nilon pada kaki kanan depan.
Selanjutnya, kata dia, tim melakukan pengobatan dengan memberikan terapi cairan agar tidak dehidrasi, vitamin untuk menopang kondisi tubuh, antibiotik untuk infeksi sekunder, antiradang dan antiinflamasi untuk peradangan serta penanganan luka terbuka pada kaki kanan bagian depan.
Baca juga: Polda Riau selidiki kematian anak gajah di TN Tesso Nilo
"Setelah dilakukan tiga jam pengobatan, anak gajah liar dilepaskan kembali di lokasi semula dengan harapan dapat bergabung dengan kelompoknya yang berada pada
kantong Tesso Tenggara, dengan perkiraan jumlah individu 30 ekor," ungkapnya.
Menurut dia, selama beberapa hari telah dilakukan monitoring terhadap individu anak gajah tersebut dengan menggunakan kamera pemantau atau drone. Hasil pemantauan pergerakan di lapangan anak gajah sudah bergabung dengan rombongannya.
"Selama pemeriksaan tim selalu siaga karena kelompok gajah liar hanya berjarak sekitar satu kilometer," ucapnya.
Baca juga: Balai Besar KSDA Riau pasang kalung GPS pada gajah liar di Pelalawan
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.