Jakarta (ANTARA) - Kontingen Indonesia menambah satu emas dan dua perak pada SEA Games 2025 Thailand dari cabang olahraga Water Ski & Wake Board yang dimainkan di Rabbit Lake, Bangkok, Kamis.
Medali emas ini datang dari nomor Water Ski Slalom Team. Indonesia, yang dihuni Indra Hardinata, Guruh Dwi Samudra, Safira Ratriandari Widodo, dan Ummu Thoyibhatus Sholikah, meraih medali emas setelah meraih skor 280.
Mereka mengalahkan Malaysia yang meraih skor 260 di posisi dua dan juga Thailand dengan raihan 208 poin di posisi ketiga.
"Emas kesembilan untuk Indonesia. Medali emas kali ini datang dari cabang olahraga Water Ski & Wakeboard," tulis dari laman resmi Kemenpora, Kamis.
Sementara itu, dua perak Indonesia dari cabang olahraga ini datang dari nomor Wake Surf Team dan Wakeboard Team, dengan dua-duanya mereka dikalahkan Thailand.
Baca juga: Timnas Ski Air dan Wakeboard bidik satu emas di SEA Games 2025
Di nomor Wake Surf Team, Indonesia yang diperkuat Piki Lestari, Aldi Akmaludin, Kevin Gelbert Fotaroma, dan Melani meraih medali perak dengan skor 144. Skor ini kalah dari Thailand yang mengoleksi skor 240 dan unggul dari torehan yang dimiliki Malaysia dengan skor 144.
Jason, Kevin Gladian, Kanaya Anindita, dan Rahmadani Citra Mahaueni yang bermain di nomor Wakeboard Team Finals meraih perah dengan skor 120, terpaut 100 skor dari yang diperoleh tuan rumah Thailand. Adapun, Filipina menghuni posisi ketiga dengan skor 112.
Satu emas dan dua perak membuat Indonesia kini ada di peringkat ketiga dengan total 39 medali, yang terbagi dari 10 emas, 18 perak, dan 11 perunggu, demikian berdasarkan catatan resmi laman resmi SEA Games 2025, Kamis pukul 21.00 WIB.
Total medali Indonesia berada di bawah Vietnam yang ada di posisi kedua dengan total 43 medali dan Thailand yang menghuni puncak klasemen dengan total 71 medali.
Baca juga: CdM yakin ski air dan wakeboard siap tempur raih emas di Thailand
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.