Nanik meminta yayasan-yayasan baru ini tidak keterlaluan dalam mencari keuntungan karena yang sebenarnya diprioritaskan adalah yayasan pendidikan, agama, atau sosial.
Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta para mitra dan pemilik yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus peduli kepada sekolah-sekolah yang para siswanya menjadi penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memiliki kesadaran sosial dan tanggap akan kekurangan sekolah-sekolah itu.
"Kalau ada (sekolah) yang gentingnya bocor, itu disumbang, dibenarkan. Kalau ada sekolah yang tidak punya WC, itu dibangunkan WC,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Nanik mengemukakan latar belakang pelibatan yayasan dalam program MBG. Dari awal, saat merancang program MBG tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto memang tidak mau melibatkan PT dan CV sebagai mitra SPPG.
"Beliau berpikir, kalau yayasan pendidikan, agama, atau apapun sosial, itu pada enggak punya duit. Jadi mereka saja, yayasan saja yang bekerjasama dengan BGN, karena ini kan bantuan pemerintah," ucap Nanik.
Nanik menyoroti pelaksanaan SPPG yang kemudian memunculkan yayasan-yayasan baru yang sama sekali tidak bergerak dalam bidang pendidikan, agama, maupun sosial sebagai mitra SPPG. Oleh karena itu, Nanik meminta yayasan-yayasan baru ini tidak keterlaluan dalam mencari keuntungan karena yang sebenarnya diprioritaskan adalah yayasan pendidikan, agama, atau sosial.
“Anda yang (yayasannya) enggak ada di tiga-tiganya itu, paling enggak jalankanlah dengan benar dalam pembelanjaan bahan baku. Jangan beli bahan baku semangkanya setipis tisu atau anggurnya cuma tiga doang, apa pengaruh gizinya kalau anggurnya tiga, minimal enam lah. Ini yang saya minta anda juga tidak main-main harga. Anda kan sudah dapat insentif Rp6 juta juga per hari," paparnya.
Ia menjelaskan, yayasan dan mitra SPPG yang mencari keuntungan untuk pelaksanaan Program MBG tetap memakai hati nurani. Apabila memang berniat mencari keuntungan, tidak berlebihan.
"30 persen dari pendapatan mitra harus untuk sosial dan pendidikan. Paling tidak ini agar kita tidak mencederai atau mengkhianati keinginan Presiden," tuturnya.
Baca juga: Kepala BGN minta kepala SPPG buat kualifikasi sama untuk pengemudi
Baca juga: Lansia, pemulung, hingga anak jalanan akan dapat MBG
Baca juga: BGN kirim 1.500 paket MBG untuk korban bencana di Sumatera Utara
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.