Shanghai (ANTARA) - Keberhasilan peluncuran Satelit Arab 813 pada Rabu (10/12) menandai tonggak baru dalam kerja sama antariksa China dengan Uni Emirat Arab (UEA), menurut Pusat Teknik Mikrosatelit Shanghai (Shanghai Engineering Center for Microsatellites/SECM), mitra China utama dalam proyek tersebut pada Kamis (11/12).
Satelit tersebut diluncurkan ke orbit menggunakan roket pengangkut Lijian-1 milik China dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut. Satelit itu merupakan salah satu dari sembilan satelit yang terlibat dalam misi tersebut, termasuk tiga satelit untuk pengguna internasional.
Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Antariksa Nasional (National Space Science and Technology Center/NSSTC) UEA menandatangani perjanjian dengan SECM pada 2023 untuk mengembangkan satelit hiperspektral unik dan sangat efisien ini.
Satelit tersebut dilengkapi dengan instrumen canggih yang dirancang untuk mengamati bumi, menyediakan data berkualitas tinggi guna mendukung pemantauan lingkungan, eksplorasi sumber daya, dan penelitian ilmiah.
Menurut SECM, misi tersebut merupakan pencapaian besar dalam kerja sama antariksa antara China dan UEA dan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih mendalam di masa depan.
Satelit Arab 813 merupakan proyek kerja sama antariksa besar pertama yang dipimpin oleh UEA untuk negara-negara Arab.
NSSTC juga telah mengembangkan sistem operasi misi terkait dan berhasil melakukan uji coba dengan stasiun bumi yang berlokasi di Universitas Uni Emirat Arab. Stasiun tersebut akan mengelola data satelit dan mendistribusikannya di seluruh kawasan Arab.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.