Kami lagi memperhitungkan berapa HPP (harga pokok penjualan) untuk DME. Kalau memang ada subsidi, itu merupakan pengalihan subsidi dari LPG yang ada pada saat ini,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka potensi mengalihkan subsidi LPG untuk dimetil eter (DME), yang merupakan produk hilirisasi batu bara untuk menggantikan LPG.

“Kami lagi memperhitungkan berapa HPP (harga pokok penjualan) untuk DME. Kalau memang ada subsidi, itu merupakan pengalihan subsidi dari LPG yang ada pada saat ini,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Pemerintah berencana untuk melakukan hilirisasi batu bara menjadi DME untuk menggantikan LPG. Dengan demikian, pemerintah bisa menemukan solusi agar Indonesia tidak bergantung dengan impor LPG.

Kementerian ESDM memperkirakan total konsumsi LPG pada 2026 kurang lebih sekitar 10 juta metrik ton (MT).

Baca juga: ESDM bidik batu bara yang dikelola BUMN untuk proyek DME Kutai Timur

Sementara, kapasitas produksi nasional di angka 1,3–1,4 juta MT per tahun.

Kesenjangan antara kebutuhan nasional dan kapasitas produksi tersebut, kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menyebabkan Indonesia mengalami defisit LPG sekitar 8,6 juta MT, yang akhirnya dipenuhi dengan impor.

Oleh karena itu, Kementerian ESDM menegaskan pentingnya realisasi proyek DME.

Pada kesempatan terpisah, Danantara menyampaikan proyek hilirisasi batu bara menjadi bahan bakar dimetil eter (DME) membutuhkan subsidi agar harganya setara LPG.

Baca juga: Akademisi: Potensi hilirisasi batu bara Kaltim sangat besar

"Sekarang LPG juga subsidi, kan? Kalau gambarannya sih, kira-kira nanti sama, memerlukan subsidi juga," ujar Senior Director Oil & Gas and Petrochemical Danantara Indonesia Wiko Migantoro ketika ditemui di Jakarta, Rabu (10/12).

Wiko menyampaikan saat ini Danantara masih menyelesaikan studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk proyek DME.

Hasil dari FS tersebut akan dikomunikasikan bersama Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi untuk menuai pola distribusi dan nilai komersial yang baik.

Adapun yang menjadi Ketua Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Baca juga: Pemerintah bangun proyek DME di Kutai Timur untuk substitusi LPG

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.