Rio De Janeiro (ANTARA) - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Kamis (11/12), mengkritik sikap unilateralisme Presiden AS Donald Trump yang menganjurkan "hukum yang terkuat" dalam politik internasional setelah percakapan telepon baru-baru ini antara keduanya.
Lewat diskusi telepon saat itu, kedua pemimpin tersebut mengenai ketegangan regional.
"Unilateralisme yang diinginkan oleh Presiden Trump adalah unilateralisme di mana pihak yang terkuat mendikte apa yang harus dilakukan oleh pihak lain," ujar Lula dalam sebuah acara di Negara Bagian Minas Gerais, seperti dilaporkan Xinhua, Jumat.
Dalam panggilan telepon dengan Trump, Lula mengatakan bahwa dirinya menekankan perlunya menjaga wilayah Benua Amerika sebagai kawasan bebas konflik, tetapi Trump bersikeras menyoroti kekuatan militer AS.
Pembicaraan itu merupakan bagian dari upaya Brasil untuk bertindak sebagai mediator di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela, serta negara-negara Amerika Latin lainnya.
"Kami akan mencoba menggunakan kata-kata sebagai alat persuasi untuk melakukan hal-hal yang benar. Secara diplomatis, kata-kata merupakan alat terkuat yang kita miliki untuk menyelesaikan masalah," tutur Lula.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.