Seoul (ANTARA) - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mendeteksi tanda-tanda bahwa perekonomian domestik mulai pulih dari kelesuan, yang didorong oleh bangkitnya konsumsi dalam negeri dan ledakan ekspor semikonduktor, menurut laporan yang dirilis pada Jumat.
Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korsel dalam laporan bulanannya, yang disebut Green Book, menyebutkan bahwa perekonomian negara tersebut baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dari perlambatan paruh pertama (H1) tahun ini dan menunjukkan tren pemulihan.
Namun demikian, kementerian tersebut menjelaskan bahwa ketidakpastian masih tetap ada, seperti berbagai tantangan ketenagakerjaan yang terus dihadapi oleh kelompok rentan, pemulihan investasi konstruksi yang lambat, dan dampak tarif AS.
Kementerian itu juga memperingatkan tentang volatilitas berkelanjutan di pasar keuangan global serta kelesuan dalam pertumbuhan dan perdagangan di tengah memburuknya lingkungan perdagangan, berjanji untuk meningkatkan upaya dalam mendorong permintaan domestik serta memperluas pertumbuhan potensial melalui proyek-proyek di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan sektor-sektor inovatif lainnya.
Adapun, penjualan ritel meningkat 3,5 persen pada Oktober dibanding sebulan sebelumnya, tetapi investasi fasilitas anjlok sebesar 14,1 persen.
Sementara, indeks sentimen konsumen naik 2,6 poin selama bulan tersebut menjadi 112,4 pada November, berada di atas rata-rata jangka panjang sebesar 100.
Selanjutnya, rata-rata ekspor harian naik 13,3 persen pada November dibanding setahun sebelumnya berkat permintaan yang kuat terhadap semikonduktor.
Jumlah pekerjaan meningkat 225.000 pada November dibanding setahun sebelumnya, lebih cepat dari ekspansi sebanyak 193.000 pada bulan sebelumnya.
Kemudian, harga konsumen naik 2,4 persen pada November dalam basis tahunan, tetap berada di atas target inflasi jangka menengah bank sentral sebesar 2 persen.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.