Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong industri-industri pangan dalam negeri agar berkontribusi dalam peningkatan ekonomi nasional seperti dengan menjajaki pasar ekspor.
"Presiden Prabowo Subianto menargetkan tahun 2029, Indonesia menjadi negara maju dengan menaikkan income per kapita minimal 8 persen per tahun. Untuk sampai ke sana, peran industri pangan sangat penting,” kata Kepala BPOM, Taruna Ikrar dalam sambutannya pada peresmian pabrik ke-18 PT Indofood CBP, dikutip di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Saatnya padi hibrida menjadi pilar ketahanan pangan Nasional
Menurut Taruna, produk pangan, seperti makanan siap saji yang diekspor ke luar negeri bernilai kurang lebih Rp500 triliun.
Meskipun begitu, Taruna menekankan bahwa pabrik tetap harus memenuhi standar yang ditetapkan, karena tidak ada kompromi untuk standar. Salah satu standar yang paling tinggi adalah cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB).
Menurut Taruna, PT Indofood, termasuk melalui fasilitas baru ini, telah mendapatkan jaminan itu dan telah mengekspor 43 jenis pangan olahan ke berbagai negara.
Fasilitas yang diresmikan itu merupakan pabrik yang khusus memproduksi mi instan. Fasilitas tersebut wujud pengembangan dari sarana produksi divisi noodle.
Dalam kesempatan yang sama, Taruna Ikrar menyampaikan bahwa saat ini BPOM tengah memasuki era baru untuk ikut berkontribusi terhadap ekonomi nasional.
Kehadiran fasilitas tersebut juga berperan menguatkan industri mi instan terpadu di Indonesia yang siap bersaing di tingkat global.
Baca juga: Pemerintah perkuat industri pakan nasional demi kemandirian pangan
Baca juga: Wamentan dorong IPB jadi pusat inovasi pembangunan pertanian nasional
Pada kesempatan itu, Direktur PT Indofood CBP, Taufik Wiraatmadja menyampaikan apresiasi kepada BPOM atas pendampingan yang dilakukan secara komprehensif.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala BPOM beserta jajarannya atas perhatian dan pendampingan yang komprehensif mulai dari persiapan pabrik, sertifikasi CPPOB, dukungan dalam proses registrasi nomor izin edar, validasi, dan untuk memastikan bahwa pabrik ini memenuhi seluruh standar keamanan pangan nasional,” kata dia.
Taufik menargetkan fasilitas baru tersebut dapat berkontribusi pada perekonomian daerah melalui pembukaan lapangan pekerjaan, peningkatan aktivitas industri, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PT Indofood CBP dalam pertumbuhan ekonomi berbasis industri pangan lokal.
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.