"Hari ini sekali lagi kami dedikasikan untuk membantu saudara-saudara kita masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang kita tahu semua bahwa sangat membutuhkan kepedulian dan uluran tangan kita,"
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bersama jajaran lulusan Akabri tahun 2000 mengirimkan bantuan logistik untuk kebutuhan korban bencana di wilayah Sumatera.
"Hari ini sekali lagi kami dedikasikan untuk membantu saudara-saudara kita masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang kita tahu semua bahwa sangat membutuhkan kepedulian dan uluran tangan kita," kata pria yang akrab disapa AHY itu saat ditemui di lapangan Tembak Djamsuri di markas Parako I Pasgat, Kompleks Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu.
Menurut AHY, momentum ini menunjukkan bahwa Akabri angkatan 2000 tetap kompak walau sudah tersebar di beragam instansi dari mulau Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Polri.
Kekompakan ini, lanjut AHY, harus disalurkan dalam kegiatan yang dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat.
Dari data yang diterima ANTARA, tercatat 2.252 paket bantuan yang diberikan oleh perkumpulan angkatan Akabri 2000.
Bantuan itu terdiri dari beberapa kebutuhan hidup seperti air, makanan siap saji, popok bayi, kasur hingga pakaian.
"Bantuan kemanusiaan ini akan disalurkan dengan menggunakan berbagai moda transportasi. Baik pesawat, kapal dan di darat nanti sudah dikoordinasikan," kata AHY.
Dengan adanya bantuan ini, AHY berharap beban hidup para korban bencana bisa diringankan. Dia juga memastikan pemerintah akan terus mempercepat pemulihan pemulihan infrastruktur di lokasi bencana.
Baca juga: AHY sayangkan masih ada pencurian alat deteksi bencana
Baca juga: AHY: Penanganan banjir Pantura tak sekadar dengan beton
Baca juga: THC soroti tantangan keadilan sosial di pembangunan energi terbarukan
Pewarta: Walda Marison
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.