Penambahan titik serah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional kapal tanpa mengganggu ketentuan kuota solar yang telah ditetapkan.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menambah titik serah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bagi kapal penumpang yang dikerahkan menuju wilayah terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan kapal ini memobilisasi personel, yang akan membantu penanganan pemulihan di wilayah bencana serta mengangkut bantuan bencana alam, kendaraan, dan logistik kebutuhan pokok.

Menurut dia, penambahan titik serah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional kapal tanpa mengganggu ketentuan kuota solar yang telah ditetapkan.

"Presiden Republik Indonesia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberi arahan yang jelas bahwa seluruh upaya dikerahkan agar dapat segera memulihkan wilayah terdampak bencana," ujarnya.

Wahyudi juga mengatakan BPH Migas telah menyetujui permohonan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terkait penambahan titik serah BBM untuk KM Egon milik PT Pelni (Persero) yang ditugaskan mengangkut personel penanganan pemulihan di wilayah bencana, kendaraan, serta logistik bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Trayek reguler KM Egon adalah Waingapu-Lembar-Surabaya-Batulicin-Pare-Pare-Bontang, Pare-Pare-Batulicin-Surabaya-Lembar-Waingapu.

Dalam rangka mendukung pemulihan di wilayah bencana saat ini trayek perbantuan KM Egon adalah Waingapu-Lembar-Surabaya-Tanjung Priok-Belawan-Lhokseumawe-Padang-Tanjung Priok-Surabaya.

"Guna mendukung perubahan trayek dan demi kelancaran proses pengangkutan bantuan ke wilayah terdampak bencana, titik serah BBM jenis solar KM Egon saat ini dapat dilakukan di Integrated Terminal Surabaya dan Integrated Terminal Jakarta, yang mana sebelumnya hanya dilakukan di Integrated Terminal Surabaya," katanya pula.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, juga diminta turut serta mengawasi penyaluran BBM solar kepada seluruh kapal penumpang agar tepat sasaran dan sesuai dengan aturan berlaku.

Di samping itu, BPH Migas juga telah menyetujui permohonan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terkait penambahan titik serah BBM untuk KMP Jatra I milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

KMP Jatra I mengangkut logistik bantuan yang melalui sejumlah pelabuhan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna menjangkau wilayah terdampak bencana secara lebih efektif.

Rute perbantuan KMP Jatra I adalah Surabaya-Jakarta-Belawan-Aceh-Sibolga-Teluk Bayur.

Permohonan penambahan titik serah dikarenakan kapasitas tangki BBM KMP Jatra I hanya 67 kiloliter (kl).

"Sebelumnya, titik serah KMP Jatra I adalah di Fuel Terminal Tenau, Nusa Tenggara Timur. Saat ini titik serah dapat dilakukan Fuel Terminal Tenau, Integrated Terminal Jakarta, Fuel Terminal Medan (Group), dan Fuel Terminal Sibolga. Titik serah BBM jenis solar di Integrated Terminal Jakarta, Fuel Terminal Medan (Group), dan Fuel Terminal Sibolga berlaku sejak 12 Desember 2025 hingga 31 Desember 2025," ujarnya pula.

BPH Migas juga meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan turut serta mengawasi penyaluran solar di seluruh kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan agar tepat sasaran dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Melalui kolaborasi ini diharapkan mobilisasi personel, bantuan, kendaraan dan logistik dapat menjangkau masyarakat terdampak lebih cepat, sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah bencana," katanya pula.

PT Pertamina Patra Niaga juga mendukung penuh penyaluran BBM solar untuk kapal perbantuan milik Pelni dan ASDP.

Penyaluran pada titik serah tujuan sudah terkoordinasi dengan baik, sehingga tidak ada kendala saat melakukan bunker kapal.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan pihaknya mendukung penuh seluruh upaya percepatan pemulihan di wilayah Sumatera yang terdampak bencana, sejalan dengan arahan pemerintah dan ketentuan berlaku.

Pertamina Patra Niaga juga memastikan penyaluran BBM solar untuk kapal Pelni dan ASDP berjalan sesuai dengan penugasan dan aturan BPH Migas, guna mendukung kelancaran mobilisasi personel, logistik, dan kebutuhan pemulihan di wilayah terdampak.

Pertamina Patra Niaga turut mengerahkan seluruh sumber daya melalui jalur darat, laut, dan udara untuk memastikan ketersediaan dan distribusi energi ke daerah terdampak.

"Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk terus hadir, bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, dan mendukung percepatan pemulihan masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah terdampak bencana," kata Mars Ega pula.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga prioritaskan pemulihan layanan di Sumatera

Baca juga: Sepekan, layanan BBM di Sumatera hingga rencana kuota impor Shell-Vivo

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.