Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil dan disiapkan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya untuk wilayah dengan demand tinggi.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka Posko Nasional Sektor ESDM untuk memantau ketersediaan energi selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan proyeksi permintaan bensin naik 3,2 persen.
“Proyeksi kenaikan demand (permintaan) bensin selama periode posko meningkat sekitar 3,2 persen dibandingkan realisasi normal,” ujar Ketua Posko Natal dan Tahun Baru Sektor ESDM Erika Retnowati, di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, Senin.
Untuk memenuhi peningkatan permintaan tersebut, Pertamina menyiapkan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum), dan 72 DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara), serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand tinggi.
Secara umum, kata dia lagi, kondisi ketahanan stok BBM aman dengan ketahanan stok dijaga pada kisaran 17 sampai 23 hari atau rata-rata sekitar 20 hari.
Erika memproyeksikan permintaan solar turun sebesar 7,6 persen apabila dibandingkan dengan realisasi normal.
“Proyeksi penyaluran LPG selama periode Posko Natal dan tahun baru diprediksi mengalami peningkatan sekitar 7,2 persen jika dibandingkan dengan rata-rata penyaluran normal,” kata Erika.
Untuk memenuhi kebutuhan LPG, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dan Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 736 SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji), dan 6.634 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional dalam kondisi aman dengan coverage day LPG pada kisaran 12 hari.
“Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil dan disiapkan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya untuk wilayah dengan demand tinggi,” katanya pula.
Dari segi permintaan avtur, Erika memproyeksikan terdapat peningkatan sebesar 5,2 persen dan kerosin naik 4,3 persen apabila dibandingkan realisasi normal.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan prognosa kondisi pasokan tenaga listrik pada sistem kelistrikan Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar Indonesia Timur pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam kondisi aman dengan beban puncak sekitar 46.808 megawatt, daya mampu pasok sebesar 53.930 megawatt, sehingga terdapat cadangan total sebesar 7.122 megawatt atau 15,2 persen.
Posko Nasional Sektor ESDM akan berlangsung selama 22 hari, dari 15 Desember 2025-5 Januari 2026. Posko tersebut berlokasi di Gedung BPH Migas. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, BPH Migas mengemban tugas sebagai Ketua Posko Nasional Sektor ESDM untuk periode Natal dan tahun baru.
“Kami ingin dari keberadaan posko ini nantinya, ketersediaan pasokan energi, seperti BBM, gas, listrik, dipastikan mencukupi,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika membuka Posko Nasional Sektor ESDM, di Gedung BPH Migas, Jakarta, Senin.
Baca juga: Bahlil minta Pertamina buka posko aduan soal kualitas BBM pertalite
Baca juga: Kementerian ESDM dirikan tiga dapur umum bagi korban banjir di Bireuen
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.