Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital kembali meraih predikat Badan Publik dengan Kualifikasi Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.

Kemkomdigi meraih peringkat ketiga untuk kategori Kementerian dengan nilai 98,54, meningkat dari tahun 2024 dengan nilai 97,60. Capaian ini menandai delapan tahun berturut-turut Kemkomdigi mempertahankan predikat tersebut untuk kategori kementerian.

“Penghargaan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus menghadirkan informasi publik yang tidak hanya terbuka dan akuntabel, tetapi juga benar-benar bermanfaat serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kebijakan dan program pemerintah,” ujar Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ismail menyatakan bahwa capaian ini menjadi pengingat bagi Kemkomdigi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan penyampaian informasi publik yang relevan, akurat, dan mudah diakses masyarakat.

Menurut Sekjen Ismail, keterbukaan informasi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.

Baca juga: Kemkomdigi dan KP2MI cegah penipuan daring calon pekerja migran

Oleh karena itu, Kemkomdigi berkomitmen untuk memperkuat tata kelola komunikasi publik yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.

“Ke depan, kami akan terus memperbaiki kualitas layanan informasi publik, memperluas kanal komunikasi, dan membuka ruang dialog agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembangunan,” tegasnya.

Diketahui, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Ismail meminta lembaga publik maupun perusahaan swasta memanfaatkan teknologi digital guna memudahkan khalayak umum dalam mengakses informasi publik.

"Kita para pemangku kepentingan, kementerian lembaga dan perusahaan-perusahaan swasta, perlu mendesain proses untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi publik. Tentu penerapan teknologi digital menjadi salah satu kunci yang sangat krusial," kata Ismail dalam acara pembukaan Pameran Keterbukaan Informasi Publik 2025 di Jakarta Selatan pada Selasa (14/10).

Menurut Ismail, keterbukaan informasi publik penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat bisa dijaga apabila akses terhadap informasi publik bisa didapatkan dengan mudah dan cepat. Dia menilai alur birokrasi yang berbelit justru akan menurunkan kepercayaan publik.

"Data-data itu terbuka tapi tidak mudah diakses, tidak mudah diperolehnya, perlu kirim surat dan sebagainya. Ini kan rantai birokrasi yang berkelanjutan. Akibatnya apa? Tentu masyarakat akan mengatakan bahwa informasi ini terbuka tapi dibuat-buat agar tidak mudah untuk mendapatkan informasi itu," ujar dia.

Baca juga: Platform X bayar denda ke pemerintah RI atas konten pornografi

Baca juga: Kemkomdigi: PP Tunas ciptakan ekosistem aman sesuai perkembangan anak

Baca juga: BAKTI Kemkomdigi sebut 30.017 lokasi terhubung satelit SATRIA-1

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.