Beijing (ANTARA) - Output industri bernilai tambah China meningkat 4,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada November 2025, menurut data resmi pada Senin (15/12).
Dalam 11 bulan pertama tahun ini, output industri China meningkat sebesar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China.
Output industri digunakan untuk mengukur aktivitas perusahaan besar yang masing-masing memiliki omzet bisnis utama tahunan setidaknya 20 juta yuan (1 yuan = Rp2.360).
Rincian data menunjukkan bahwa output bernilai tambah sektor pertambangan meningkat 6,3 persen (yoy) bulan lalu, sementara sektor manufaktur tumbuh 4,6 persen. Output bernilai tambah sektor produksi dan pasokan listrik, panas, gas, dan air naik 4,3 persen.
Dari 41 industri utama, 30 industri melaporkan peningkatan output bernilai tambah bulan lalu.
Pada November, output bernilai tambah di industri pertambangan dan pencucian (washing) batu bara, serta manufaktur peralatan umum, keduanya meningkat sebesar 7,5 persen (yoy).
Sektor manufaktur otomotif dan perkeretaapian, pembuatan kapal, penerbangan, dan kedirgantaraan menunjukkan kinerja yang sangat kuat, masing-masing naik 11,9 persen. Selain itu, produksi komputer, alat komunikasi, dan peralatan elektronik lainnya tumbuh 9,2 persen.
Berdasarkan kategori produk, dari 623 produk industri utama, 310 mencatat peningkatan produksi dalam basis tahunan pada November. Produksi etilena mencapai 3,09 juta ton, naik 7,3 persen. Output di sektor otomotif naik 2,4 persen menjadi 3,52 juta unit, dengan produksi kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) melonjak 17 persen menjadi 1,84 juta unit.
Sementara itu, produksi listrik meningkat 2,7 persen menjadi 779,2 miliar kilowatt-jam, dan volume pengolahan minyak mentah mencapai 60,83 juta ton, naik 3,9 persen.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.