Jambi (ANTARA) - Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jambi, HAM Guntur Muchtar, menyampaikan duka cita atas musibah yang menewaskan pembalap nasional Awhin Sanjaya pada final kejuaraan regional Sumatera Cup Prix di sirkuit Zabag, Tanjungjabung Timur, Jambi.

"Kami sangat prihatin atas musibah ini dan Pengprov IMI Jambi berharap insiden serupa tidak terulang lagi,” kata Guntur Muktar di Jambi, Senin.

Sementara itu dari manajemen Dragon Event Organizer, penyelenggara ajang tersebut, juga memberikan keterangan resmi melalui Darmawansyah, yang akrab dipanggil Mawan Dragon.

Dia menjelaskan kronologis kejadian pada lap ke‑4, Awhin menabrak ban belakang pembalap di depannya, terjatuh, dan mengalami kecelakaan beruntun.

"Kemudian lagi jarak antar pembalap saat itu sangat rapat, sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari sehingga kami segera menghentikan balapan, memanggil tim medis, dan melakukan evakuasi secepat mungkin," kata Mawan.

Srkuit Zabak Nasional merupakan sirkuit permanen dengan panjang 2,1 km dan lebar 8 meter, dilengkapi fasilitas pendukung balap yang modern. Sirkuit ini menjadi venue utama bagi kejuaraan regional Sumatera Cup Prix.

“Kami keluarga besar Sumatera Cup Prix mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga, teman, dan seluruh tim Awhin. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan,” kata Mawan.

Polisi setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Laporan lengkap diharapkan akan dirilis setelah proses investigasi selesai.

Tragedi melanda ajang balap motor Grand Final Sumatera Cup Prix 2025 yang digelar di Sirkuit Zabak Nasional, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambu.

Pada balapan terakhir kelas SCP 3 (Bebek 4 Tak 150 cc Tune‑Up Open) pada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 17.05 WIB, pembalap Awhin Sanjaya usia 27 tahun mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan meninggal dunia.

Awhin, yang lahir di Masamba, Sulawesi Selatan, 22 Februari 1998, merupakan anggota tim PPJ74 Racing Team. Insiden terjadi pada lap ke‑4 dari 15 lap, tepatnya di antara Pos 7 dan Pos 8, saat cuaca cerah. Pembalap tersebut menabrak ban belakang motor yang berada di depannya, terjatuh, dan mengalami benturan keras di kepala.

Petugas lintasan segera mengibarkan bendera kuning, kemudian bendera merah dikibarkan untuk menghentikan perlombaan.

Tim medis yang berada di titik terdekat langsung memberikan pertolongan pertama. Korban kemudian dievakuasi dengan ambulans yang berisi satu dokter dan dua perawat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nurdin Hamzah.

Awhin tiba di rumah sakit pada pukul 17.20 WIB dan menjalani penanganan di IGD. Pada pukul 18.14 WIB, dokter menyatakan bahwa ia telah meninggal dunia.

Jenazah almarhum diterbangkan ke rumah duka pada Senin, 15 Desember 2025, pukul 06.00 WIB dengan penerbangan Jambi - Jakarta‑Makassar, kemudian dilanjutkan lewat darat menuju Masamba, kampung halamannya.

Baca juga: Pembalap tewas akibat kecelakaan dalam final Sumatera Cup Prix

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.