Luapan air sungai memicu erosi pada bantaran sungai, sehingga struktur tanah menjadi labil dan mengalami pergeseran

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mewaspadai potensi risiko lanjutan setelah banjir dan tanah bergerak melanda Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/12) akibat peningkatan debit air sungai.

"Luapan air sungai memicu erosi pada bantaran sungai, sehingga struktur tanah menjadi labil dan mengalami pergeseran," kata Abdul Muhari.

Dia menjelaskan bahwa kejadian itu melanda Desa Tempirai Utara, Tempirai Timur, dan Tempirai Induk, di Kecamatan Penukal Utara, serta Desa Curup di Kecamatan Tanah Abang.

Baca juga: BNPB salurkan 56 ton bantuan dari Sumsel ke daerah terdampak bencana

Dampak kejadian tersebut, lanjut dia, cukup luas dengan 375 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan 510 unit rumah warga mengalami kerusakan.

Selain itu, kata Abdul Muhari, satu fasilitas ibadah dan empat akses jalan dilaporkan ikut terdampak akibat pergeseran tanah.

Abdul memastikan bahwa BPBD Kabupaten PALI beserta tim petugas gabungan telah melakukan kaji cepat serta upaya penanganan darurat untuk memastikan keselamatan warga.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dan pergerakan tanah, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Baca juga: BMKG imbau warga Sumsel waspadai hujan lebat dan angin kencang

Baca juga: BMKG: Sumsel masih berpotensi hujan usai badai Senyar

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.