Setiap tahun sekitar 264 ribu orang meninggal akibat penyakit jantung. Artinya, hampir setiap dua menit satu orang meninggal. Penanganan harus cepat, idealnya kurang dari enam jam
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan Provinsi Gorontalo berhasil melaksanakan bedah jantung terbuka perdana di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe dan menjadi provinsi ke-30 di Indonesia yang mampu menyelenggarakan layanan bedah pintas arteri koroner.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa, mengatakan pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan kesehatan rujukan. Dia mengatakan ketersediaan layanan jantung di daerah sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa.
“Setiap tahun sekitar 264 ribu orang meninggal akibat penyakit jantung. Artinya, hampir setiap dua menit satu orang meninggal. Penanganan harus cepat, idealnya kurang dari enam jam,” ujarnya.
Baca juga: Menkes tinjau operasi perdana bedah jantung terbuka di RSUD Jambi
Dia mengatakan kalau serangan jantung ditangani di atas enam jam, kemungkinan hidupnya jauh lebih kecil. Itulah sebabnya layanan jantung harus tersedia merata, karena jika pasien dari Gorontalo dirujuk jauh ke Makassar, akan terjadi keterlambatan pelayanan.
Adapun tindakan bedah perdana ini dilaksanakan pada 12–13 Desember 2025 dengan pendampingan langsung tim dokter RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita melalui skema proctoring.
Baca juga: RSUD Raden Mattaher Jambi segera layani operasi bedah jantung perdana
"Dua pasien asal Kota Gorontalo dengan diagnosis penyakit jantung koroner kompleks berhasil menjalani operasi dan saat ini dalam kondisi stabil di bawah pemantauan intensif tim medis," kata Menkes Budi.
Menkes mengapresiasi kerja keras RSUD Aloei Saboe, tenaga medis, serta tim RSJPD Harapan Kita, yang menghadirkan layanan bedah jantung terbuka di Gorontalo dan mengingatkan bahwa keberhasilan perdana harus diikuti dengan keberlanjutan layanan dan kemandirian rumah sakit daerah.
“Rumah sakit yang sudah mulai harus terus melakukan secara rutin. Jangan berhenti di tahap perdana,” ucap Menkes.
Baca juga: Menkes resmikan layanan operasi jantung di RSUD Undata Palu
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.