Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menyebutkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara Polri dan insan pers di tengah tantangan arus informasi yang semakin cepat dan kompleks.
“Pers yang profesional, kompeten, dan berintegritas merupakan mitra strategis Polri dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta berperan aktif menangkal hoaks dan disinformasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat penutupan UKW di Mapolda Metro Jaya, Selasa.
Tak hanya itu, kegiatan UKW itu juga dapat menangkal berita hoaks.
Polda Metro Jaya pun terbuka terhadap kritik yang objektif dan konstruktif sebagai bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi.
"Saya berharap kompetensi yang diperoleh peserta tidak berhenti pada sertifikat, tetapi diterapkan dalam karya jurnalistik yang mencerahkan dan membangun kepercayaan publik," kata Budi.
Baca juga: Polda Metro Jaya gelar UKW 2025 dorong sinergi polisi dan wartawan
Dia mengapresiasi peran PWI Pusat, Dewan Pers, PWI Jaya, Forum Wartawan Polri, dewan penguji, serta seluruh panitia yang telah menyukseskan UKW 2025.
Sementara itu, Direktur UKW PWI Pusat, Aat Surya Safaat menyebutkan dari daftar 86 peserta yang mengikuti, 77 peserta diantaranya dinyatakan lulus, 6 peserta tidak lulus, sementara tiga tidak hadir.
"Alhamdulillah, semua yang mengikuti dinyatakan lulus, bagi yang belum lulus, masih ada waktu enam bulan untuk mengikuti kembali," katanya.
Polda Metro Jaya bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan PWI Jaya, serta Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2025 guna meningkatkan sinergi antara wartawan dengan kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Jakarta, Senin, mengatakan kegiatan berlangsung pada 15-16 Desember 2025 dengan tajuk "Jurnalis Kompeten dan Profesional untuk Jaga Jakarta dari Informasi Palsu".
“Dalam hal antisipasi ke depan, bagaimana kita menangkal berita-berita yang semakin ke depan, semakin cepat, banyak disintegrasinya, banyak berita yang hoaksnya, sehingga kita perlu penyamaan persepsi dan juga kerjasama yang baik antara insan pers dengan jajaran kepolisian,” ujar Asep Edi di Jakarta, Senin (15/12).
Baca juga: Ketum PWI: Pers miliki peran yang strategis dalam melayani masyarakat
Baca juga: Kapolri komitmen jaga keselamatan wartawan saat bertugas
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.