Jakarta (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi disebut telah mencopot Wali Kota Bandung Farhan sejak awal Desember 2025.
Pria yang akrab disapa KDM ini diklaim tidak puas dengan kinerja Farhan dalam mengelola sampah, yang akhirnya menyebabkan banjir di Bandung.
Kabar pemecatan Farhan itu dibagikan melalui sebuah thumbnail di YouTube dengan potongan judul sebagai berikut: "KDM COPOT FARHAN WALIKOTA BANDUNG, TIDAK BECUS ATASI SAMPAH & BANJIR".
Hingga Senin (15/12), konten tersebut sudah ditonton lebih dari 6.000 kali.
Namun, benarkah Gubernur Dedi Mulyadi copot Wali Kota Bandung Farhan pada awal Desember 2025?

Penjelasan:
Konten sepanjang 21 menit itu memang berisi kumpulan video yang menampilkan Gubernur Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Farhan.
Setidaknya, ada tiga potongan video yang disadur dari TikTok, lalu disematkan dalam konten tersebut. Konten itu awalnya dimulai dengan video ini, lalu dilanjutkan dengan rekaman ini, dan juga video ini.
Walau begitu, tidak ada pembahasan soal pemberhentian Farhan dari jabatan kepala daerah.
Sejumlah isu yang termuat dalam konten di YouTube itu meliputi kunjungan KDM ke Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pernyataan Farhan soal pejabat konten YouTube, serta pertemuan KDM dengan para warga yang tinggal di sekitar Sungai Cikapundung.
Sementara itu, menurut berita Antara ini, Farhan masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung pada 11 Desember 2025.
Rangkaian penelusuran tersebut menggambarkan bahwa konten YouTube yang menyatakan Dedi Mulyadi copot Wali Kota Farhan berisi informasi hoaks.
Klaim: Dedi Mulyadi copot Wali Kota Farhan karena gagal atasi banjir
Rating: Hoaks
Cek fakta: Hoaks! Ridwan Kamil laporkan Dedi Mulyadi ke KPK pada Desember 2025
Cek fakta: Hoaks! Video Dedi Mulyadi janji bayar utang dan bagi-bagi uang tunai
Cek fakta: Hoaks! Trump sampaikan Dedi Mulyadi berpotensi menjadi Presiden Indonesia selanjutnya
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.