Urumqi (ANTARA) - State Grid Xinjiang Electric Power Company menyatakan, sampai Senin (15/12), total listrik yang ditransmisikan dari Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China barat laut mencapai rekor lantaran melampaui 1 triliun kilowatt-jam (kWh).

Xinhua melaporkan, rogram transmisi yang dimulai pada 2010 itu telah memasok listrik ke 22 provinsi di seluruh China, sehingga secara signifikan mendukung ketahanan energi nasional negara itu.

Dari seluruh listrik yang disalurkan dari daerah tersebut, 29,6 persen berasal dari sumber energi baru seperti tenaga surya dan angin. Upaya itu menghasilkan manfaat ekologis yang signifikan, termasuk pengurangan konsumsi batu bara sebesar sekitar 89,53 juta ton dan pengurangan emisi karbon dioksida sebesar 240 juta ton.

Xinjiang, yang kaya sumber daya batu bara, surya, dan angin, membangun jaringan listrik yang kokoh dengan lima saluran transmisi utama. Infrastruktur ini memungkinkan kapasitas transmisi sebesar 33 juta kilowatt, memfasilitasi transmisi listrik skala besar antarwilayah.

Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran transmisi tersebut, Xinjiang terintegrasi ke dalam pasar listrik nasional yang terpadu, menerapkan sistem perdagangan yang fleksibel. Daerah ini memanfaatkan perbedaan waktu dua hingga tiga jam dengan China bagian timur untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan, sehingga meningkatkan efisiensi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.