Singapura (ANTARA) - Militer gabungan China dan Singapura baru-baru ini melakukan latihan bersama yang di antaranya berfokus pada operasi kontraterorisme perkotaan.

Xinhua melaporkan, Selasa, kegiatan tersebut berpindah dari Jurong Camp ke SAFTI City, fasilitas latihan perkotaan bertingkat pertama di Singapura, yang diluncurkan pada Maret lalu dan dilengkapi dengan berbagai instrumen pintar untuk memberikan umpan balik secara waktu nyata (real time).

Para peserta dari kedua pihak dalam latihan militer bilateral antara militer Tiongkok dan Singapura telah melakukan latihan gabungan unit campuran yang menekankan materinya pada pertempuran jarak dekat (CQB).

Para komandan militer dari China dan Singapura membentuk struktur komando gabungan dan melaksanakan simulasi pos komando menggunakan model fisik dan citra digital untuk merencanakan dan mengoordinasikan misi.

Dalam latihan langsung, unit gabungan China-Singapura melaksanakan operasi terkoordinasi, sepenuhnya memanfaatkan sinergi antara pasukan berawak dan nirawak. Robot dan drone pengintai juga digunakan untuk mendukung simulasi pengepungan, kontrol penembak jitu, infiltrasi cepat, serangan daya tembak, dan penyelamatan sandera.

"Kontraterorisme perkotaan seperti menari di ujung pisau, karena setiap gerakan harus presisi," ujar Liu Shoutao, seorang komandan China.

Beroperasi di lingkungan yang padat dan bertingkat, Liu melanjutkan, latihan tersebut meningkatkan kemampuan unit gabungan untuk merespons situasi yang berubah dengan cepat, memperkuat koordinasi, dan melaksanakan serangan presisi, sekaligus membantu membangun pengalaman untuk misi kontraterorisme perkotaan di masa depan.


Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.