Keberhasilan Pacarita masuk sebagai Outstanding Public Service Innovations menjadi energi baru untuk memperluas gerakan ini dan direplikasi di berbagai wilayah Indonesia

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovations (OPSI) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) melalui inovasi Pacarita (Pemuda Cinta Bahari Anti Bom dan Bius Ikan).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel M Ilyas dalam keterangannya di Makassar, Selasa, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima tersebut.

Ia menjelaskan inovasi Pacarita dinobatkan sebagai inovasi terbaik pada kategori pelestarian lingkungan hidup dan adaptasi perubahan iklim untuk kelompok pemerintah provinsi.

Baca juga: Pemprov Sulsel jaga kelestarian laut dengan tata ruang berbasis zonasi

Program ini berfokus pada pemberdayaan pemuda pesisir dalam menjaga ekosistem laut melalui upaya pencegahan praktik penangkapan ikan menggunakan bom dan bius.

Menurutnya, keberhasilan Pacarita membuktikan bahwa inovasi daerah mampu bersaing dan diakui secara nasional.

“Pacarita menjadi bukti bahwa inovasi dari daerah mampu menembus level nasional. Pelibatan pemuda sebagai motor penggerak adalah langkah strategis dalam mewujudkan laut yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: DKP Sulsel jajaki kerja sama dengan asosiasi perikanan Jepang

Inovasi Pacarita digagas oleh Kepala Cabang Dinas Kelautan Pangkep DKP Sulsel Aron AP. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Pacarita ke berbagai pulau dan desa pesisir di Sulawesi Selatan, bahkan mendorong replikasi di daerah lain.

“Kami ingin menjadikan pemuda sebagai garda terdepan dalam menjaga laut dari kerusakan. Keberhasilan Pacarita masuk sebagai Outstanding Public Service Innovations menjadi energi baru untuk memperluas gerakan ini dan direplikasi di berbagai wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: DKP Sulsel lansir 49,6 persen potensi mangrove rusak

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.