Jakarta (ANTARA) - Indonesia berhasil melampaui target medali yang ditetapkan pada keikutsertaan mereka dalam Asian Youth Para Games 2025.
Hingga Jumat pekan lalu, Indonesia melesat ke peringkat keenam klasemen dengan total 59 medali dari seluruh cabang olahraga.
Khusus para renang, Indonesia memborong 26 medali, terdiri dari 11 emas, 11 perak, dan 4 perunggu. Capaian ini jauh melampaui target awal 4 emas, 8 perak, dan 10 perunggu.
"Ini menjadi kejutan bagi kami karena sejak awal tidak memasang target tinggi. Namun anak-anak menunjukkan perkembangan yang luar biasa dan mampu menerjemahkan hasil latihan ke dalam kompetisi," kata pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, dalam pernyataan tertulis, Rabu.
Bintang paling bersinar dari Indonesia adalah Abdil Majid Rahman, yang turun pada enam nomor untuk meraih empat medali emas dan dua perak.
Prestasi Abdil sejajar dengan Siti Aisyah, yang juga menyumbangkan empat medali emas.
Baca juga: Siti Aisyah raih emas pertama Indonesia dari Asian Youth Para Games
Medali emas juga disumbangkan oleh Iput Etri Hafana dari Jawa Tengah dan I Komang Aditya Pradnyana dari Bali.
Prestasi istimewa juga diraih Abdil pada nomor 100 meter gaya dada S7, dengan catatan waktu 1 menit 21 detik, yang telah memenuhi standar kualifikasi Kejuaraan Dunia Para Renang.
"Kami optimistis terhadap masa depan mereka karena para atlet ini masih sangat muda," tambah Agni.
Uzbekistan tampil dominan untuk memuncaki klasemen para renang dengan 59 medali, terdiri dari 36 emas, 15 perak, dan 8 perunggu.
Jepang menempati posisi kedua dengan performa solid dan konsisten, dengan total 63 medali (33 emas, 21 perak, dan 9 perunggu). Posisi ketiga diduduki Iran dengan total 104 medali, terdiri dari 23 emas, 39 perak, dan 42 perunggu.
Thailand melanjutkan tren positif dengan 50 medali (14 emas, 19 perak, dan 17 perunggu), sementara Kazakhstan di peringkat kelima dengan 34 medali (14 emas, 13 perak, dan 7 perunggu).
Baca juga: Kuliner Indonesia jadi tambahan energi atlet Asian Youth Para Games
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.