Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengimbau para pedagang, khususnya pengelola supermarket agar lebih tertib dalam menampilkan izin edar produk pangan yang dijual kepada masyarakat.
"Untuk pedagang, khususnya pengelola supermarket, tadi yang saya temukan itu ada beberapa barang yang izin edarnya belum terlihat, padahal barang tersebut sudah ditampilkan di sini," kata Munjirin saat melakukan pengawasan keamanan pangan segar di Tip Top Pondok Bambu, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu.
Dia mengungkapkan dalam pengawasan yang dilakukan, pihaknya masih menemukan sejumlah produk yang izin edarnya tidak ditampilkan secara jelas di area penjualan.
Meski demikian, setelah dilakukan konfirmasi kepada pengelola, diketahui izin edar produk tersebut sebenarnya sudah ada.
Dia menjelaskan izin edar yang dimiliki pengelola supermarket tersebut masih bersifat satu kesatuan dan tidak ditempelkan pada masing-masing produk.
Padahal, sesuai ketentuan, setiap produk pangan yang dipasarkan seharusnya menampilkan izin edar secara terpisah agar mudah dilihat oleh konsumen.
"Begitu saya konfirmasi, izin edarnya itu satu kesatuan, jadi satu surat, tidak ditempel per barang. Padahal, seharusnya per barang itu ditempel," ujar Munjirin.
Baca juga: Jaktim pastikan stok dan keamanan pangan jelang Natal-Tahun Baru
Menurut dia, penempelan izin edar pada setiap produk sangat penting untuk memberikan kepastian dan rasa aman kepada masyarakat.
Dengan adanya izin edar yang jelas, konsumen dapat langsung mengetahui bahwa produk pangan tersebut telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku sebelum dipasarkan.
"Agar masyarakat dapat bisa melihat dan memiliki keyakinan, jaminan, bahwa makanan itu memang sudah sesuai dengan SOP yang ada untuk masuk ke supermarket," ucap Munjirin.
Dia pun menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur akan terus melakukan pengawasan secara rutin terhadap peredaran pangan, baik di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern guna memastikan seluruh produk yang beredar aman, layak konsumsi, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Dia juga berharap para pengelola supermarket dapat lebih proaktif dalam menata administrasi perizinan dan meningkatkan transparansi kepada konsumen.
Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan dapat terus terjaga, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Baca juga: KPKP Jaktim rutin awasi keamanan pangan di enam pasar tradisional
Di sisi lain, Pemkot Jakarta Timur telah memastikan stok dan keamanan pangan menjelang dan selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Munjirin menuturkan pengawasan itu rutin dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok bahan pangan aman dan mencukupi, serta layak dikonsumsi selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Selain memastikan ketersediaan stok, Pemkot Jakarta Timur juga melakukan pengawasan yang difokuskan pada aspek keamanan pangan.
Dari hasil pengambilan sampel di tiga supermarket, seluruh produk yang diuji dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
"Terkait keamanan pangan, setelah kita ambil sampling dari tiga supermarket, ada 21 jenis produk pertanian dan enam jenis produk peternakan yang kita tes. Alhamdulillah, semuanya negatif," terang Munjirin.
Dengan hasil tersebut, dia meminta masyarakat agar tidak khawatir dalam membeli dan mengonsumsi bahan pangan, khususnya di supermarket yang telah dilakukan pengawasan.
Baca juga: Harga telur dan cabai di Jaktim naik 20 persen jelang Natal-Tahun Baru
Baca juga: KPKP Jaktim gencarkan edukasi pedagang dan warga soal keamanan pangan
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.