Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital mengatakan bahwa pemerintah memiliki tujuan untuk membentuk solusi kecerdasan buatan yang dikembangkan secara mandiri (sovereign AI) melalui program AI Talent Factory.

"Tujuan kita nantinya adalah bagaimana membentuk sovereign AI, AI yang berdaulat, AI yang modelnya diciptakan oleh bangsa Indonesia yang merefleksikan nilai-nilai masyarakat kita," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria usai memberikan arahan dalam AI Talent Day & Graduation 2025 di Jakarta, Rabu.

Guna mempercepat pembentukan ekosistem kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) nasional, Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan sebuah program unggulan AI Talent Factory.

Baca juga: Komdigi dan ITS bangun AI Talent Factory perkuat talenta digital

Inisiatif ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mencetak 12 juta talenta digital menuju kedaulatan teknologi Indonesia.

Nezar menyampaikan bahwa program itu juga menjadi upaya dalam rangka menjawab tantangan teknologi sekaligus membekali generasi penerus bangsa dengan pengetahuan-pengetahuan yang berbasis AI.

Diharapkan pihak yang menjadi lulusan dari program itu dapat berkontribusi lebih banyak dalam pengembangan AI secara nasional.

Baca juga: Kemkomdigi cetak talenta digital andal dengan AI Talent Factory

Apalagi masyarakat Indonesia, katanya, dapat dikatakan cukup antusias dengan kehadiran teknologi AI menurut sebuah data yang diterima oleh kementerian. Hal ini dibuktikan dengan banyak digunakannya beragam fitur-fitur AI generatif yang menarik terutama di industri kreatif.

Penggunaan AI menurutnya saat ini juga makin intens terhubung dalam media sosial yang dipakai oleh pengguna akun dari platform terkait.

"Maka dari itu, tentu saja kita tidak hanya ingin menjadi pengguna, ini yang paling penting. Kita tidak hanya ingin menjadi pasar, kita ingin jadi pemain, kita tidak hanya ingin jadi user tapi kita ingin menjadi deployer sekaligus juga pengembang di bidang AI," ujar Nezar.

Ia menambahkan kini negara-negara maju seperti Jepang maupun yang ada di Eropa juga sudah menciptakan model yang bisa merefleksikan kebutuhan masyarakat yang khas di masing-masing wilayahnya.

Baca juga: Kemkomdigi optimalkan AI Talent Factory percepat program prioritas

Baca juga: Kemkomdigi gaet Universitas Brawijaya untuk cetak talenta AI

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.